Halloween Costume ideas 2015

SD NEGERI 1 ASEMRUDUNG

Latest Post
"(1001) Dokumen Soal Kelas 1 "50 FILE DOKUMEN SOAL KELAS 5 SEMESTER 1-2" "Administrasi Pembelajaran Bahasa Jawa" [Kelas 1 Semester 2] "Administrasi Pembelajaran Kelas 3 SD" [Kurikulum 2013 Lengkap] "Administrasi Pembelajaran Kelas 6" [Semester 2 Tahun Pelajaran 2015-2016] "Administrasi Pembelajaran Lengkap Ma-Pel PJOK" [ Kelas I s.d VI SD] "Administrasi Pembelajaran PKn Kelas IV "Administrasi SMP/MTs Kelas VII - IX [Semester 1 & 2 Komplit] "Aplikasi Cetak Kuitansi" [EXEL OTOMATIS] "Aplikasi Laporan Bulan Karyawan" "Aplikasi PKG & PKKS 2015 Terbaru" "Aplikasi Praktis Olah Nilai Kelas VI" [Cetak SKHU - Ijazah] "APLIKASI UKG VERSI ONLINE" TERBARU "Berbagai Bentuk Bingkai Piagam Penghargaan" "Berkas Administrasi PAUD-TK [Tahun 2015"] "Buku Panduan Analisis data suatu Penelitian" "Cara Singkat Cek Peseta Ujian Dapodik" "Format Keanggotaan KKKS & KKG" Format exel "Format-format Administrasi Guru Kelas SD" "Format-Format Surat Kepala Sekolah" [SD] "JUKNIS PKB "KEBIJAKAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TAHUN 2016" "Kode - Kode Surat Menyurat" [Terbaru 2016] "Kumpulan Permendikbud" "Kumpulan Soal-Soal Kelas 4 Semester I dan II SD" "Kumpulan Soal-Soal Ulangan Kelas I - Kelas VI SD/MI Kurikulum SD KTSP" "Kumpulan Surat Keputusan [SK] Kepala Sekolah" "Materi Soal Kelas 4 Sekolah Dasar;Kurikulum 2013" "Model Pembelajaran dan langkah-Langkahnya" "Model-Model Alat Peraga SD" "Modul Pembelajaran I dan II untuk Praktik Siswa" [yang baik untuk SD-MI] "MULTIMEDIA IPA KELAS I "Panduan Ujian Praktik Tahun Pelajaran 2015/2016 Lengkapi Dengan-Kisi_Kisi dan Naskahnya" "Perangkat Lengkap Akkreditasi Untuk Jenjang SD "Proposal KKG Sistem Paket" [Tahun 2015] "SIAP SOAL UTS UNTUK SMP/SEDERAJAT KELAS 7-8-9 SEMESTER 2" [TAHUN PELAJARAN 2015/2016] "Silabus-Promes-RPP" Mapel Bahasa Inggris Kelas IV-VI SD [Dilengkapi dengan berbagai Soalnya] "Soal-Soal Bahasa Inggris Kelas 1-2-3-4-5 dan 6 [SD]" "Soal-Soal Ulangan Harian Kelas 5 SD" [Kurikulum 2013] "Update Administrasi SMP Kelas 7-8-9 PJOK Semester 1 dan 2" “Administrasi Pembelajaran Mulok Bahasa Jawa” [Kelas 2 Semester 2 Tahun Pelajaran 2015-2016] “Administrasi Pembelajaran Mulok Bahasa Jawa” [Kelas 3 Semester 2 Tahun Pelajaran 2015-2016] “Administrasi Pembelajaran Mulok Bahasa Jawa” [Kelas 4 Semester 2 Tahun Pelajaran 2015-2016] “Administrasi Pembelajaran Mulok Bahasa Jawa” [Kelas 5 Semester 2 Tahun Pelajaran 2015-2016] [1] Buku-Petunjuk-Administrasi-Kepala-Sekolah-Dasar [Kurikulum 2013] Administrasi Guru Kelas 5 dilengkapi dengan Berbagai bentuk Soal-Soal [pdf] Perka BKN Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pengalihan Jabatan Guru Daerah Kab/Kota Menjadi PNS Daerah Provinsi [PEG 1 - PEG 19] FORMAT ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN KEPALA SEKOLAH TERBARU [PTK] SD PENELITIAN TINDAKAN KELAS MAPEL IPA KELAS IV [S.1 - S.20] FORMAT ADMINISTRASI KESISWAAN KEPALA SEKOLAH 01B 01C 03 04 05 06A 06B 07 08 09 - [K1 1001 "Rumus Microsoft Exel Lengkap" 2 2 Mei 2016 210 Album Tembang Macapat MP3 & Vidio [ Terlaris ] 3 4 5 dan 6 SD" KTSP Lengkap 5 dan Kelas 6] 6 Kunci Sukses Penyusunan Penelitian 61 Macam Administrasi PAUDI-TK-RA Super Lengkap | Tahun 2016 7 Amalan Utama di Bulan Ramadhan 8 8 Standar Instrumen Akreditsi Sekolah Lengkap 9 - kurikulum 2013 Administrasi ADMINISTRASI UASBN 2014_2015 ADMINISTRASI GURU SD KLS VI KTSP SUPER LENGKAP Administrasi Guru SMA Kelas X Kurikulum KTSP Terlengkap-Semua Mata Pelajaran Administrasi Guru SMA Kelas XI Kurikulum KTSP Administrasi Guru SMA Kelas XII Kurikulum KTSP Semester I ~ II ADMINISTRASI KELAS 4 SEMESTER I ADMINISTRASI KURIKULUM SD KTSP KELAS I-II ADMINISTRASI PEMBELAJARAN [KELAS 1 SEMESTER 2 LENGKAP] Administrasi Pembelajaran Budi Pekerti [Kurikulum 2013] dan Pedd. Agama Islam [Kurikulum 2006 KTSP] Administrasi Pembelajaran Guru Kelas 6 - Kurikulum KTSP Administrasi Pembelajaran Guru Kelas 6 Kurikulum 2013 Administrasi Pembelajaran Kelas 2 SD Kurikulum KTSP Administrasi Pembelajaran Kelas 3 Kurikulum SD KTSP - Semester Ganjil - Genap Administrasi Pembelajaran Kelas 4 SD Semester Ganjil Genap Super Lengkap ADMINISTRASI PEMBELAJARAN KELAS III KK SD KTSP ADMINISTRASI PEMBELAJARAN KEPALA SEKOLAH DASAR ADMINISTRASI PEMBELAJARAN KLS 3 LENGKAP ADMINISTRASI PEMBELAJARAN KTSP GURU KELAS V LENGKAP Administrasi Pembelajaran Kurikulum 2013 [Kelas 1 Administrasi SD : RPP Mapel SBK3 - sms2.doc Administrasi Tata Usaha (TU) ~ [SMP Album Lagu Kepramukaan [Terbaru] format MP3 Alur Kegiatan Usulan DUPAK - Lengkap dengan Pedoman Terbaru Analisis Hari Belajar Efektif (HBE) Tahun 2016/2017 Aneka Format Proposal Usulan Bangunan Sekolah Aneka Fungsi Tombol Pada Keyboard Angka Romawi - 1 sampai 2.000 Animasi - MULTIMEDIA MATEMATIKA Aplikasi Aplikasi KKM-PEMETAAN-SK-KD.Kurikulum 2013 Aplikasi - [Usia Siswa Otomatis ] Aplikasi - Cetak Ijazah Terbaru | Tahun Pelajaran 2015/2016 Aplikasi - Cetak Laporan Pendidikan (Raport) | Semua Kelas SD Aplikasi - Cetak SKHUS - Terbaru Tahun Pelajaran 2015/2016 Aplikasi - Daftar Komulatif Nilai (DKN) Aplikasi - Olah Nilai Cetak Ijazah - Pengguna Kurikulum 2013 Aplikasi - Penyusunan Administrasi Kepala Sekolah (PK1 s.d PK 20) Aplikasi : Grafik Absensi Bulanan - Keadaan Siswa Sekolah Aplikasi [Pengolahan Nilai Raport] Kurikulum KTSP Aplikasi Absensi Bulanan Siswa Lengkap dengan Grafiknya APLIKASI ABSENSI SISWA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Aplikasi Berkas Usulan PAK Tahunan [Lengkap] Aplikasi Cetak Buku Register STTB versi Excel Aplikasi Cetak Piagam Kelompok Kerja Guru (KKG) Aplikasi Cetak Piagam Prestrasi Siswa Sekolah Gratis Aplikasi Cetak Raport Kurikulum 13 Tercanggih APLIKASI CETAK SKHUS & KONSEP NILAI IJAZAH Aplikasi Cetak Surat Keputusan (SK) Kegiatan Sekolah [1 untuk 9 SK] Aplikasi Excel Formulir Dapodik G5 Tahun 2016 Aplikasi Excel Grafik Kelulusan Siswa Lengkap Tutorialnya APLIKASI LAPORAN KEGIATAN Aplikasi Media Pembelajaran Model Quis Aplikasi Menentukan Hari Lahir dan Watak Dengan MS Excel Aplikasi Menghitung Usia - Masa Kerja Format EXEL [ Tahun - Bulan - Hari ] Aplikasi Model Mail Merge - Olah Nilai Raport SMP - Kurikulum 2013 Aplikasi Online - Panduan Lengkap - Sistem Informasi Data Alokasi Khusus (DAK) APLIKASI PEMBERKASAN SERTIFIKASI 2015 Aplikasi Pemetaan Mutu PAUDI Tahun 2015 Aplikasi Penghitung Zakat Aplikasi Penilaian Guru SMA Kelas X Kurikulum 2013 Aplikasi Penilaian Kinerja Guru | PKG | PKKS | Tahun 2016 Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar (SD) Kelas I dan IV Lengkap Cetak Raport Aplikasi Penjamin Mutu Pendidikan (PMP) Aplikasi Penyusunan Soal APLIKASI PERANGKAT PEMBELAJARAN PJOK KELAS 1-6 SD APLIKASI PESERTA DIDIK BARU (PPDB) Aplikasi PPDB Terpopuler yang Lengkap dengan Juknisnya [SD sampai dengan SMA] Aplikasi Praktis Olah Nilai Kurikulum 2013 Kelas 1 s.d 6 SD Aplikasi Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) - PAUDI/TK-RA Aplikasi Sekolah Gratis Full Download | Excel APLIKASI SKHUS TERBARU Aplikasi SKP Sesuai Golongan [Dari Gol. II/a s.d. IV/b Tahun 2015] APLIKASI SOAL-SOAL ULANGAN HARIAN Aplikasi Special Cetak Silabus dan RPP Terpopuler APLIKASI USULAN PAK TAHUNAN. Aplikasi: Pencairan Dana | Program Indonesia Pintar (PIP) B Bahan Belajar mandiri - Kelompok Kerja Kepala Sekolah BEBERAPA CONTOH KARYA TULIS ILMIAH [ KTI ] Becak Pati Tayub Grobogan BEDAH KISI-KISI UJIAN TAHUN 2016 BERBAGAI BENTUK ALAT PERAGA IPA & MATEMATIKA SEKOLAH DASAR (SD) Berbagai Bentuk Soal UTS Semester Ganjil BERBAGAI JUKNIS PENYALURAN TUNJANGAN PNS Berita Acara Rapat Penentuan Kelulusan Sekolah Berkas Administrasi ME [Tahun 2015] BERKAS KELENGKAPAN UJIAN SEKOLAH [TAPEL 2015-2016] Blangko Hasil Ujian Praktik BLK [ Pendidikan Nonformal ] Brosur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2016/2017 Ms. Words - Bisa Edit Buku BSE Matematika Kelas 4 SD/MI Buku Guru dan Buku Siswa SMA Kelas X Kurikulum 13 Buku Guru dan Siswa Kelas 4 Kurikulum 2013 Buku Guru dan Siswa Kelas I Kurikulum 2013 BUKU GURU DAN SISWA SMP KELAS VII Buku Guru Profesional - SMP - SMA - Modul III B - Modul III C Buku Guru SD - Metodologi Belajar-Mengajar Aktif Buku III A: Peta Kompetensi dan Paket Pelatihan SD Buku Guru SD - Modul II - Metodik Umum Pendekatan Belajar Aktif Siswa SD Buku Guru SD : Metodologi Belajar Mengajar yang Aktif di Sekolah Dasar - Buku Kerja Kepala Sekolah Lengkap dengan Contoh Buku Kurikulum 2013 - Muatan Lokal (Mulok) - Untuk SD-SMP-MTs-SMA-SMK Buku Kurikulum 2013 - Pegangan Guru dan Siswa SD | Update Tahun 2015 Buku Manual Guru - Pembelajaran Moda Daring Buku Pedoman Budaya dan Karakter Bangsa | SD/SDLB-SMP/MTs-SMA-SMK| Buku Pedoman Kerja Kepala Sekolah Lengkap Dengan Contoh Buku Pedoman Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan [PPTK] BUKU PEDOMAN PENYUSUNAN FORMAT SKP TERBARU 2015 Buku Petunnjuk Akreditasi Sekolah Buku Saku - Tanya Jawab Ujian Tahun 2016 BUKU SUKSES UJIAN SEKOLAH UNTUK SEKOLAH DASAR [SD] C Cara Cepat Menentukan FPB dan KPK Siswa Sekolah Dasar Cara Cetak S28a SIMPATIKA Padamu Negeri cara memasang animasi di blog simple | Lightning blog Cara Memasang Efek/Animasi Hujan Salju di Blog CARA MEMBUAT TOMBOL CETAK DI EXCEL Cara membuat tulisan berjalan (Marqee) CARA MENGGUNAKAN APLIKASI BARCODE CARA MENULIS HURUF JAWA DI OFFICE WORDS Cara Pendaftaran Sebagai Peserat PLPG Tahun 2016 CARA PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH [KI] Cara Praktis Membuat Barcode di Words & Excel Cara Praktis Setting Amplop Surat Resmi Cara Praktis Verval NISN Peserta Didik Pada Web Vervalpd CARA SHOLAT GERHANA Cara Termudah Menambah Aplikasi Terbilang di EXCEL Cara Termudah Mendapatkan Kalender Pendidikan Masing-Masing Provinsi Cara Termudah Update Keanggotaan PGRI CERITA ANGKOR WAT DI KAMBOJA Contoh Contoh - Surat Keputusan (SK) - Kegiatan Pesantren kilat - Tahun 2016 Contoh "Penelitian Tindakan Kelas (PTK)" Mata Pelajaran IPS Contoh AD-ART PGRI serta KODE ETIK GURU INDONESIA Contoh Aplikasi RKAS(Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) PAUDI/TK-RA Sesuai Juknisnya Contoh Buku Induk PAUDI/TK Contoh Dokumen Pengembangan Diri (PD) CONTOH FORMAT BANTUAN BAPETARUM PNS CONTOH KUITANSI ENTRY DATA POKOK PENDIDIKAN DASAR [DAPODIKDAS] SEMESTER GENAP 2015-2016 Contoh laporan Hasil Seminar PTK Contoh Laporan Pengembangan Diri (PI) Contoh Lembar Jawab Komputer Terbaru Contoh Lembar Kerja Siswa LKS [Kurikulum 2013] Contoh Lengkap Kurikulum Sekolah Layanan Khusus SMP/MTs Contoh Model Kurikulum Jenjang SDLB Lengkap Contoh Penetian Tindakan Kelas (PTK) Guru Bimbingan dan Konseling (BP) - PTK Guru SMP CONTOH PENGEMBANGAN DIRI (PD) Contoh Persyaratan Pemberkasan Sergur Pola PLPG 2016 -Pakta Integritas CONTOH PORMAT SKHU SEMENTARA CONTOH PROPOSAL MEDIA PEMBELAJARAN TAHUN 2016 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) IPS UNTUK SD/MI CONTOH PTK (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS 5 CONTOH PTK LENGKAP MATA PELAJARAN PKn KELAS V SD/MI CONTOH PTK PENJASORKES KELAS V SD/MI CONTOH RENCANA KERJA TAHUNAN [ RKT ] Contoh SK Sekolah Aman Contoh Skripsi Lengkap dan Siap Pakai Contoh Soal Membaca Contoh Soal OSN Lengkap Dengan Kunci Jawaban Serta Pembahasannya Contoh Surat Ijin Kegiatan Karya Wisata - Akhir Tahun CONTOH SURAT KEPUTUSAN (SK) KEGIATAN SEKOLAH TAHUN 2016 Contoh Surat Kesepakatan Sekolah dengan Orang Tua/Wali Contoh Surat Keterangan D Daftar Bendera Negara-negara di Dunia Lengkap Daftar Kode Pos Seluruh Indonesia [Tahun 2015] Daftar Kompetensi Inti (KI) - Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013 versi terbaru Tahun 2016 Daftar Kompetensi Inti (KI) ~ Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013 Daftar Mata Pelajaran Sesuai Struktur Kurikulum 2013 SMP/MTs Daftar Mata Uang Negara di Dunia Lengkap dengan Bentuknya Daftar Penerima BSM dan 3 SD [Kurkulum 2013] dan Berhitung (Calistung) dan Guru Dalam Tugas Tambahan - Terbaru dan Kelas 5 [KTSP] dan Kelas 9 DAN KELAS VI SD dan Kelas VI SD Kurikulum 2013 dan Masyarakat di SMP DAN SKP dan SMA Super Lengkap dan SMK. dan SMK" [ Tahun 2016 ] dan Standar Isi Kurikulum 2013 Kelas I Semester Ganjil-Genap dan VI SD" Dapodik Versi G.5 DAPODIKDAS 2015 Diklat-Seminar Download Download 520 File - Lengkap yang Terdiri dari Download - Administrasi Pembelajaran PAUDI/TK-RA Lengkap Download ; Jadwal-Pelajaran-Kurikulum-2013 Download : Jadwal Pelajaran Kelas 1 sampai dengan Kelas 5 SD Download : Materi Diklat Kelautan Download : Pedoman Guru Download : PTK- SD-LENGKAP Download : RPP K4-Tema-1-ST2-P1-P6. Kurikulum 2013 Download : RPP Kelas 4 Semua Tema Kurikulum 2013 Download : Surat Keputusan Penulisan Ijazah Update Terbaru - Tahun 2016 DOWNLOAD "Contoh PTK [Penelitian Tindakan Kelas] Bahasa Indonesia Kelas 5 SD/MI" Download Administrasi Kelas 5 Semeser 2 [Tahun Pelajaran 2015-2016] Download Administrasi Pembelajaran Bhs-Jawa-Kls-6. Download Administrasi Pembelajaran Kelas 2 [Semester 2 - Tapel 2015-2016] DOWNLOAD ANALISIS NILAI ULANGAN HARIAN KELAS 4 Download ANGKET-EDS-PTK Download Aplikasi PPDB tahun 2014 Excel Download Aplikasi SKP Guru Semua Golongan - Kepala Sekolah - Pengawas Sekolah Download Bhs-Jawa-Kls-4-krg-promes-smtr-1 Download Buku Iqro' 1-6 | Lengkap Penggunaannya Download Cara-Cetak-NUPTK-Tanpa-Login.mp4 Download FORM-PKG-MAPEL---KELAS[terbaru] Download Format Program Sekolah [SD] DOWNLOAD KKM MAPEL PAI KOMPLIT DOWNLOAD KKM MATA PELAJARAN PKn & UU LALU LINTAS TERBARU Download KOMPONEN-PENYUSUNAN-RPP-KK-2013 Download Master-IPKKS- KS - Excel Download Pembelajaran-cetak-S12a_kartu-Digital-NUPTK DOWNLOAD PERANGKAT PEMBELAJARAN PKN Kls 4-6 SD TERINTEGRASI UU LALIN Download PKG-Gr-KELAS-THN-2015 DOWNLOAD RANGKUMAN SOAL-SOAL TRY OUT UNTUK SEKOLAH DASAR DOWNLOAD RKAS LENGKAP TAHUN 2015 Download RPP K4-Tema-1-ST3-P1-P6.docx in Ziddu Kurikulum 2013 Download RPP Kelas 1 TEMA-1-SUB-TEMA-1-Pembelajaran 1-6 Kurikulum 2013 Download RPP Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 4 SD DOWNLOAD RPP PAI KELAS I-VI SD Download RPP-KELAS-IV-[Kurikulum -2013] Download Sasaran-Guru-Pendampingan-Gugus Download Silabus DOWNLOAD SK KEGIATAN MOS Download SK Pemeriksaan Buku Download SK Pengadaan BUKU DOWNLOAD SK PENULISAN IJAZAH Download Soal Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) Untuk SMA/Sederajad Download Software Terbaru Gratis 2016 - Kalender Pendidikan Download Tutorial tombol download di blog Download-Rambu-Rambu Penyusunan RPP Kurikulum 2013 Download; Buku Pegangan Guru & Siswa Kelas 3 dan 6 SD [KK 2013] Download: Administrasi Kurikulum 2013 Kelas 3 Sekolah Dasar Download: Aplikasi Cetak NISN Super Mudah dan Tanpa Ribet Download: Materi Pesantren Kilat Ramadhan - 1437 H / 2016 M Download: Prota Download: Silabus Download: Silabus SBK Kelas 3 sms1.doc Download.- RKAS-SDN-1-Asem-2014_2015.xls DOWNOAD APLIKASI - USULAN PAK TAHUNAN KOMPLIT DRAMA PENDEK KELUARGA (5 PERAN) DWNLOAD PROGRAM TAHUNAN (PROTA) KLS 1 - 6 SD E E-Billing Pajak-Cara Praktis Bayar Pajak Online E-BILLING SISTEM - Pembayaran Pajak Online - [Vidio Tutorial & Manualnya] EDS SD-SMP-SMA-SMK Lengkap RKS-RKAS Regulasi Revisi Evaluasi Diri (Evadir) Evaluasi Diri (Evadir) - Dilengkapi Dengan Pedomannya F Fakta Integritas Penyelenggara & Pengawas Ujian Tahun Pelajaran 2015/2016 FORMAT ADMINISTRASI GURU KELAS SD Format Blangko Ijazah Pada Satuan Pendidikan Dasar & Menengah Tahun 2015/2016 Format BOS 01A Format Buku Raport Kurikulum 2013 Format Ceklis E-File Tahun 2016 Format dan Contoh Peraturan Sekolah Dasar Bidang Akademik FORMAT DATA STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2015 FORMAT EVALUASI DIRI FORMAT EXEL [EVADIR] Format Excel Laporan Bulanan PAUDI/TK - SD/MI Format Ijazah dan SHUN Semua Jenjang Sekolah Tahun 2016 - Resmi Kemendikbud Format Khusus Penyusunan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Tahun 2016 (SD - SDLB - SMP - MTs - SMA - SMK) Format Monitoring Administrasi Ujian SD/MI/SDLB Tahun Pelajaran 2015/2016 Format RPP KK13 Terbaru 2016 FORMAT SKP TERBARU FORMAT USULAN DUPAK TERBARU G Gudang Soal - Soal Ulangan SD/MI Kurikulum KTSP GUDANG SOAL UTS KELAS 6 SEMESTER 2 Guru Guru Berprestasi : Pedoman Guru SD Guru SD : Unsur-Unsur Belajar Mengajar yang Aktif Guru SMP Berprestasi Tahun 2016 H Hasil Analisis KI~KD Kurikulum 2013 SMA/Sederajad I dan Kompetensi J II III INDEK DESA MEMBANGUN DI SELURUH INDONESIA PERLU DICERMATI Info Guru: Pedoman Sertifikasi Guru 2016 Informasi Pendidikan INSTRUMEN AKREDITASI & ME LENGKAP INSTRUMEN AKREDITASI LENGKAP JENJANG PAUDI/TK IV IV dan Kelas V IX Kurikulum 2013 Jadwal Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2016 Jenis dan Kode Sertifkat Pendidik Guru Pengampu - Mata Pelajaran Judul PTK SD : Kelas 5 Sekolah Dasar - (9 Judul) Judul-Judul PTK Beserta Segala bentuk Perlengkapannya Juknis Juknis Bantuan Sekolah Sebagai Taman Pendidikan JUKNIS BOS 2016 Juknis Masa Orientasi Siswa (MOS) - Tahun Pelajaran 2016/2017 JUKNIS PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS TERBARU 2016 Juknis Penulisan Blangko Ijazah SD JURNAL-RESUME-CATATAN HARIAN MENGAJAR KELAS 4 SEMESTER GANJIL JURNAL-RESUME-CATATAN HARIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN [ KLS VI SEMESTER GANJIL-GENAP ] K2 K3 K4 K5 K6 K7 K7a K7b K7c] Kajian Metode dan Model Pembelajaran Praktis KALDIK AHUN PELAJARAN 2015/2016 Kalender Abadi Tahun Masehi Otomatis Exel [ Tahun 1.900 s.d. 2.100 ] Kalender Bulanan Praktis Excel KARYA INOVATIF [KI] Karyawan SDN 1 Asemrudung Kejar Paket A-B-C Tahun 2016 Kelas tinggi dan MBS Kepala Sekolah Kepala Sekolah dan Sekolah - Lengkap Kerangka Kerja Perubahan Pengembangan Kurikulum Keterangan BSM KI dan KD Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP KI KD KI-KD Kelas 8 ~ Kurikulum 2013 KI-KD Mata Pelajaran IPA Kelas 7 Kisi-Kisi PLPG Tahun 2016 KISI-KISI SOAL UJIAN PRAKTIK SEKOLAH DASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Kisi-Kisi Soal Ulangan Harian Kelas 4 ~ Kurikulum 2013 Kisi-Kisi Soal UTS Kurikulum 2013. KISI-KISI UJIAN SD-SMP-SMA-SMK & [sederajad] KISI-KISI UJIAN SD/SDLB/MI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Kisi-Kisi Ujian Semua Jenjang Sekolah Tahun Pelajaran 2015/2016 Kisi-Kisi Ujian Tulis & Praktik PAI SD Kisi-Kisi Ulangan Harian Kelas 1 Tema 1 Kurikulum 2013 Kisi-Kisi Ulangan Kurikulum 13 SD/MI Kelas 1 Tema 3 Lengkap Dengan Soalnya KKM KKM Berbasis Exel Kelas 1-2-3-4-5-6 Kurikulum KTSP [Tahun Pelajaran 2015/2016] KKM Budi Pekerti Kurikulum 2013 Untuk SD/MI KKM Kelas VI [Kurikulum 2013] Update KKM KURIKULUM SD KTSP KELAS I - 6 Konsep Pengembangan Kurikulum PAUDI-TK-RA Konsideran SK PBM Tahun Pelajaran 2014/2015 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas 3 SD - Kurikulum 2013 KS KTSP Kumpulan Kisi~Kisi Soal Uangan Harian Kelas III Kumpulan Kode Gambar Animasi Untuk di Pasan KUMPULAN LAGU WAJIB DAN NASIONAL [173 JUDUL] Kumpulan Puisi Tema Pendidikan Kumpulan Soal Penjaskes SD Kumpulan Soal UH KUMPULAN SOAL UJIAN "BHS. INDONESIA-IPA-MATEMATIKA" UNTUK SMP/MTs Kumpulan Soal Ulangan Harian SD Kumpulan Soal UTS KUMPULAN SOAL UTS SEMUA MATA PELAJARAN SEMESTER GENAP KELAS I Kumpulan Soal-Soal Kelas 1 KUMPULAN SOAL-SOAL SMA KELAS X Kurikulum 13 Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 : Administrasi Pembelajaran Kelas 4 SD - Lengkap dengan Berbagai Administrasi Guru Kurikulum Model KTSP SMA-SMK Kurikulum SD : Proses Penyusunan Pengembangan Kurikulum KTSP SD KURIKULUM SD KTSP TERBARU Kurikulum SD KTSP: Administrasi Pembelajaran Guru SD Kelas V - Terlengkap LANGKAH-LANGKAH/PROSES PENELITIAN Lembar Kerja Moda Daring Kombinasi Manajemen Dapodik PAUDI/TK-RA Lengkap Dengan Path Dapodik 202 Manajemen Kepemimpinan Seorang Kepala Sekolah [EDISI TAHUN 2015] Manual_Aplikasi_PAUDNI/TK_DAPODIKDAS 2016 Mata Pelajatran PAI Terbaru - Kurikulum KTSP - Kurikulum 2013 Materi Diklat Daring Kombinasi KK A Kelas Bawah Materi Khusus Administrasi Pembelajaran Matematika Kurikulum 13 Update Terbaru Materi Lengkap PLPG 2016 Materi Masa Orientasi Siswa (MOS) SMP/Sederajad ~ Bela Negara Materi Moda Daring Kombinasi Kelompok Kompetensi A Kelas Atas Materi SD : Materi Masa Orientasi Siswa (MOS) Lengkap Dengan Materi Materi SD: Pertanyaan Tingkat Rendah dan Tingkat Tinggi: Materi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia ME - INSTRUMEN MONITORING EVALUASI SEKOLAH Media Pembelajaran Model Player dan Power Point-Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Media Pendidikan: Blog Guru Indonesia Mekanisme Praktis Update Aplikasi Dapodik 2016 Menulis Metode Jitu Lulus PLPG Tahun 2016 Metode Praktis Mengaktifkan Peserta Didik |Sekolah Dasar Moda Daring Kombinasi Kelompok Kompetensi C - Kelas Atas Lengkap Model dan Sistem Kurikulum Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) Model Kuis Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Model Kurikulum SMP-SMPLB dan SMP Terbuka Modul GP Moda Daring Mata Pelajaran Bhs. Indonesia ~ SMP/Sederajad Modul GPO Mata Pelajaran PJOK SD/MI Modul Guru Pembelajaran PJOK Kompetensi A Modul Pembelajaran Guru Kelas Rendah Modul Pembelajaran Guru Kelas SD (Kelas Atas) Modul Pembelajaran Guru Sekolah Dasar Kelas Awal ~ Kompetensi B Modul Pembelajaran Kelas Rendah (SD) Modul Pembelajaran Membaca di Kelas rendah Modul Pembelajaran PAUDI-TK-RA MODUL PEMBELAJARAN UNDANG-UNDANG LALU LINTAS Modul PLPG Mata Pelajaran TIK Tahun 2016 MTs MUATAN LOKAL BAHASA JAWA SD/MI (KURIKULUM 2013) Mulok Pertanian (Silabus NASKAH UJIAN PRAKTIK SD/MI TAHUN 2016 Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar Panduan Gerakan Literasi Sekolah SD PANDUAN KKG/KKKS/MGMP-LENGKAP PROPOSAL & LAPORAN KEGIATANNYA Panduan Lengkap Penilaian Sekolah Menengah Pertama (SMP) PANDUAN LENGKAP PENYUSUNAN RPP SD-SMP-SMA DAN SMK Panduan Pelaksanaan Kurikulum 2013 Lengkap Dengan Presentasinya PANDUAN PENGELOLAAN GUGUS SEKOLAH TK/SD/MI TERBARU PANDUAN PENGISIAN e-PUPNS 2015 Panduan Penilaian Kurikulum Hasil Revisi Tahun 2016 - Lengkap dengan Presentasi Pengolahan nilainya Panduan Praktis Cara Penilaian KTSP - KK 2013 di Sekolah Dasar Terbaru [diterbitkan Tahun 2015] PANDUAN PRAKTIS PENGELOLAAN DATA GTK DAN NUPTK Panduan Tehnis "PENGISIAN RAPOR DAN BUKU INDUK" [di Sekolah Dasar] Panduan Verval NISN terbaru PAUDI-TK "Administrasi Pembelajaran Lengkap" PAUDI/TK-RA "Aplikasi Raport Kurikulum 2013" PEDOMAN PELAKSANAAN PEMILIHAN GURU & KS PAUDI/TK BERPRESTASI Pedoman Pemilihan Guru Pedoman Pemilihan Guru SD Berprestasi Pedoman Penyusunan Penilaian Kerja Guru Pedoman Penyusunan PTK 2016 Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016 | Kemendikbud Pedoman-Pemilihan-Guru-KS-Pengawas-Berprestasi | TK Pelepasan Siswa Pembelian Buku Pelajaran Melalui Dana BOS Pemetaan Pemetaan SD-KD Pemetaan SD/KD Pemetaan SK/KD Pendidikan Berkarakter di Sekolah Pendidikan Nasional tentang Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2 Mei 2016 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Siap Pakai Kelas IV SD Penelitian Tindakan Kelas Sekolah Dasar : Kelas I SD Pengawas SD Berprestasi - Tutor Paket A Berprestasi Pengawas Sekolah Berprestasi Tahun 2016 Pengawas Sekolah SMP PENGEMBANGAN DIRI [PD] Penguatan Kemitraan Keluarga Penilaian KK 13 Klas 4 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 50 Tahun 2015 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 Tentang KI~KD Kurikulum 2013 Permendikbud RI Nomor 2 Tahun 2016 Tentang (Juknis Penggunaan Dana BOP PAUDI) Permendiknas Nomor: 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah Perpres No. 151 Tahun 2015 tentang Daftar Kenaikan Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kemendikbud Perubahan Model Kurikulum Sekolah Daerah Perbatasan Petunjuk Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2016/2017 PETUNJUK TEKNIS E-PUPNS PETUNJUK TEKNIS USULAN PAK Phto Kelas 1 SDN 1 Asemrudung Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI - Pada Hari Pendidikan Nasional PKB PKBM PKG Pos KKG dan MGMP - Lengkap Rambu-Rambunya Power Point Power Point - Media Pembelajaran Matematika Kelas 4 SD Tercanggih PP RI Nomor 38 Tahun 2015 tentang Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas PREDIKSI JITU SOAL UJIAN NASIONAL DAN UJIAN SEKOLAH JENJANG SMP/MTs UPDATE 2016 PREDIKSI SOAL UKG ONLINE GURU PAUD-TK-SD 2015 Presentasi - PDF Program Kerja Tahunan Kepala Sekolah Dasar (SD) Program Perpustakaan Sekolah Dasar (SD) Program Semester Program Tahunan Program Tahunan (PROTA) Kurikulum SD KTSP Promes Promes dan RPP Kurikulum 2013 SMP/MTs Kelas 7 Proposal - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB - Lengkap dengan Program Kerja PPDB PROPOSAL ALAT TIK PROPOSAL BOSDA TAHUN 2015 Proposal Kantin Sekolah Lengkap Proposal PTK PLPG Kelas Rendah - Kelas Proposal Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2015/2016 Proposal Ujian Sekolah (US/M) Terlengkap PROPOSAL: Pesantren Kilat - Ramadhan 1437 H/2016 M Prosem Proses Penyusunan Kurikulum KTSP SMP - SMA Proses Verivikasi dan Validasi Data Pembelajaran Dapodik Prota PTK PTK Guru Mata Pelajaran Sejarah SMA PTK SD : Mata Pelajaran IPA Kelas 6 PTK SD Lengkap Kelas 6 PTK SD Mata Pelajaran Matematika Kelas 2 PUPNS MANUAL TAHUN 15 Rangkuman Aplikasi - Penilaian KK 2013 - Update Terbaru | Rangkuman Tema Sub Tema Sekolah - PAUDI/TK-RA RESEP KUE KU (KUE KURA-KURA) Resume Pembelajaran Kelas IV SD Kurikulum SD KTSP Revisi Kurikulum 2013 RPP Guru Kelas 1 Revisi Silabus Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar Riwayat Singkat : RA Kartini - Buku Habis Gelap Terbitlah Terang - Pidato Peringatan RIWAYAT SINGKAT RA KARTINI RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) RKT [ Rencana Kerja Tahunan ] dan Cara Penyusunannya RPP RPP - SMA Kelas X-XI-XII Semua Mapel RPP Kurikulum 2013 Kelas I dan IV Setelah Direvisi RPP Matematika Kelas X SMA ~ Kurikulum 2013 RPP PENJASORKES KELAS 1-6 SD RPP PJOK Kurikulum 2013 RPP Prakarya SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Document RPP SMA Kurikulum 2013 Kelas X ~ XI Semester I~II. RPP Terbaru Kurikulum 2013 Lengkap : Perangkat Pembelajaran Budi Pekerti (PAI) SD RPP) Kelas 4-6 SD/MI RPPH PAUD-TK-RA Kurikulum 2013 RPPM Salinan Lampiran Permendikbud No. 64 Tahun 2013 Sambutan Menteri Riset Satuan Pendidikan SD SD/MI SDLB Sejarah Singkat Organisasi Profesi PGRI Sekolah Dasar Sekolah Dasar - KTSP Sekolah Dasar : Aplikasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Dasar Negeri dan Swasta Mendapatkan Bantuan Pembelajaran TIK Sertifikat Pendidik dan Kewenangan Mengajar Guru Berdasarkan Kurikulum 2013 Silabus Silabus dan Kisi-Kisi OSN Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Silabus dan RPP - SMP Kelas 7 Silabus Kelas I Silabus Kurikulum 13 Terbaru Untuk SMP/MTs Silabus Kurikulum 2013 SMA ~ Kelas X - XII Silabus Kurikulum 2013 SMP/MTs ~ Revisi 2016 SILABUS MAPEL SBK SD SEMESTER 1 Silabus Mata Pelajaran PJOK Kurikulum 2013 Silabus PJOK SMP/MTs Kelas VII SILABUS-PROGRAM SEMESTER-RPP [KLAS 4 SEMESTER 2] SK Operator Sekolah Tahun Pelajaran 2016/2017 SK OPERATOR SEKOLAH TERBARU SK PBM Sesuai Dengan Permendikbub Nomor: 22 Tahun 2006 SK PBM Tapel 2013/2014 SK PBM VERSI EXEL 2015 SK PEMBAGIAN TUGAS GURU SD THN 2015/2016 SK PENULISAN IJAZAH SK PMB Versi Aplikasi [2015/2016] SK PPDB Tahun Pelajaran 2015-2016 SKHU Sementara SKP VERSI BKN SLB SMA SMA IPA SMA/SMK SMALB SMK SMK [ Tahun 2016 ] SMK] Terlengkap SMP SMP/MTs Soal Soal Analisis Khusus Kelas 6 Semester 2 KTSP Soal SD UKK/UUS/UAS Kelas 1 SOAL TRY OUT MAPEL MATEMATIKA & PEMBAHASANNYA UNTUK SMP/MTs SOAL TRYOUT TAHAP I SEKOLAH DASAR [ 3 MATA PELAJARAN ] Soal UKK | SMP/MTs Sederajad | KTSP Soal UKK SMP Kelas VIII Mapel Penjaskes dengan Kisi-Kisinya Soal UKK SMP Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013 Soal Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) SOAL UTS SMA/SEDERAJAD MATA PELAJARAN PAI KLS X SOAL-SOAL SMA/MA KELAS X SOAL-SOAL UKK KHUSUS UNTUK SMP KELAS 7 Sofware Jadwal Pelajaran Special dan Terpopuler Sotfeware Gratis Konversi Suhu Pada Termometer Standal Isi - Kelas 2 SD - Kurikulum 2013 Lengkap Standar Isi - Mapel PKn Kelas 4-6 Kurikulum SD KTSP Standar Isi Kelas I Semester Ganjil dan Genap Kurikulum SD KTSP Standar Isi Mata Pelajaran PJOK Kelas 1 s.d Kelas 6 [Tahun 2015-2016] STRUKTUR KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUDI) Super "Administrasi Pembelajaran Kelas 3" [Semester 2 - TaPel - 2015-2016] Super Lengkap Surat Edaran Kemendikbud tentang Pelaksanaan Awal Masuk Tahun Pelajaran 2016/2017 SURAT EDARAN NOMOR 8 TAHUN 2015 TTG PAJAK PNS MELALUI e-FILING [LENGKAP DENGAN PANDUANNYA] SURAT IJIN WISATA Surat Ijin: Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas | PTK SD | Surat Keterangan Mendapatkan Tunjangan Keluarga [Exel] SURAT KETERANGAN PINDAH SEKOLAH Surat Pemesanan Buku Kurikulum 2013 SURAT PERMOHONAN NPWP Susunan Kurikulum SD KTSP Syarat Utama - Penelitian Tindakan Kelas - PTK SD Tabel Nilai PKG-SKP-DUPAK Terbaru Tahun 2015-2016 Tahun 2016 Tari TK Satap SDN1 Asemrudung Teknologi Terbaru TERBARU - USULAN JABATAN-GURU PEMULA [PIGP] Terbaru “Administrasi Pembelajaran Mulok Bahasa Jawa” [Kelas 6 Semester 2 Tahun Pelajaran 2015-2016] Tranding Topics - Media Flash Player Pembelajaran Matematika Kelas V SD Tugas Pokok Guru dan Pengawas Sekolah Tutor Tutor Paket B Berprestasi Tutorial TUTORIAL NOTEPAD Tutorial Untuk Menambah Aplikasi "Terbilang" EXEL Tutorial Upload photo siswa Tutorial: Cara Membuat Absen Bulanan di Excel UAS- SMP Kelas 7-8-9 Lengkap UKK Unduh Buku Panduan Gratis - Belajar Khusus Ms Excel UPDATE SOAL-SOAL SMA Update Terbaru Update Terbaru KKM Kelas VI Semester I dan II [Kurikulum 2013] UTS UU NO 2 TH 2002 TTG POLISI UUS dan UAS SMP/MTs Kelas 7 V V dan VI" [ Semester Genap 2015/2016] Verifikasi data imunisasi siswa tahun 2014 Versi VBA Aplikasi - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) - Lengkap Dengan Juknisnya Vidio Tutorial Regristrasi e-PUPNS 2015 VIII Visi_Misi_Tujuan_2013/2014 XI XII [TAHUN PELAJARAN 2015/2016] XII SEMESTER 2 [ KURIKULUM 2013 - KTSP ]

Salam Edukasi dan Berbahagialah Bapak/Ibu Guru Indonesia.
Perlu diketahui, bahwa kurikulum yang berlaku di Indonesia sering mengalami berbagai perubahan atau pergantian atau boleh dibilang ganti pemimpin atau Menteri sudah dipastikan akan digantikan Kurikulum Pendidikannya. Sehingga di Indonesia pernah dilaksanakan Kurikulum 2013. Dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013, guru dituntut untuk dapat merencanakan dan melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar siswa secara komprehensif, meliputi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta mengolah dan membuat laporan hasil belajar siswa secara objektif, akuntabel, dan informatif.

Meskipun demikian, dalam praktiknya tidak sedikit guru yang mengalami berbagai kesulitan dalam melaksanakan penilaiannya, kesulitan dan permasalahan dalam menerapkan penilaian yang diisyaratkan dalam Kurikulum 2013 tersebut akhirnya muncul beberapa pertanyaan teknis yang kerapkali muncul di kalangan guru, antara lain:

  1. Bagaimana mengembangkan teknik penilaian sikap untuk mengukur Kompetensi Sikap Spiritual (KI-1) dan Sikap Sosial (KI-2)?
  2. Bagaimana menerapkan teknik penilaian portofolio atau projek untuk menilai kompetensi pengetahuan (KI-3) dan kompetensi keterampilan (K-4)?
  3. Bagaimana membuat Laporan Hasil Belajar Siswa?

Tentu saja dalam hal ini masih banyak lagi persoalan-persoalan teknis penilaian lainnya yang menghinggapi pemikiran guru mulai dari guru Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) serta bapak/ib guru yang mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 
Hal inilah yang akhirnya Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Menerbitkan sebah Petunjuk Tehnis Penilaian bagi:
  1. Juknis Penilaian Sekolah Dasar (SD) link downloadnya
  2. Juknis Penilaian Sekolah Menengah Pertama (SMP) link downloadnya
  3. Juknis Penilaian Sekolah Menengah Atas (SMA) link downloadnya
  4. Juknis Penilaian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) link downloadnya


Selain Petunjuk Tehnis Penilaian pemerintah juga menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk mengadakan Buku Pegangan bagi Guru dan siswa. Dengan diterbitkannya Panduan Penilaian ini diharapkan dapat memfasilitasi guru dan sekolah dalam mengembangkan penilaian proses hasil belajar siswa yang sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013.
Dalam Buku Panduan ini disajikan tentang konsep, teknik dan prosedur penilaian, baik untuk penilaian sikap, penilaian pengetahuan maupun penilaian keterampilan, disertai dengan beberapa contoh format penilaiannya. Di samping itu, dijelaskan pula tentang teknis pelaksanaan penilaian, pengolahan hasil penilaian dan pemanfaatan hasil penilaian, termasuk di dalamnya disajikan contoh Format Rapor dan Cara Pengisiannya.


File : Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar (SD) Kelas I dan IV Lengkap Cetak Raport
Panduan Penilaian di atas merupakan penjabaran dari Permendikbud No. 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Setelah diterbitkannya Panduan atau juknis penilaian, makan tidak jarang banyak bapak/ibu guru memburu sebuah Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar (SD) Kelas I dan IV Lengkap Cetak Raport yang dapat langsung didownload di bawah ini dengan rincian link download sebagai berikut:


Harapan kami setelah bapak ibu meresapi serta mendownload Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar (SD) Kelas I dan IV Lengkap Cetak Raport ini dapat mengakhiri pencarian pada berbagai website atau blog-blog yang banyak dijumpainya.

Mohon maaf apabila kurang berkenan ....!!




MODEL KURIKULUM 
PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS SMP/MTs 
YANG MEMILIKI PESERTA DIDIK 
DENGAN SOSIAL EKONOMI RENDAH



















PUSAT KURIKULUM
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2007


Abstraksi 

Sesuai dengan amandemen UUD 1945 dan Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pemerintah terus mengupayakan peningkatan biaya pendidikan dapat mencapai 20% dari APBN/APBD secara bertahap.  Namun, sampai saat ini belum tercapai sehingga pelayanan pendidikan bagi warga negara belum seluruhnya tersentuh secara merata. Menurut Data Susenas 2006  jumlah penduduk miskin Indonesia sebanyak 39,05 juta atau 17,75% dari 220 juta jumlah penduduk Indonesia yang tidak dapat mengenyam pendidikan  secara utuh.  

Salah satu tugas Pusat Kurikulum adalah mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum yaitu model kurikulum pendidikan layanan khusus bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan akses untuk memperoleh layanan pendidikan karena kondisi  sosial ekonominya rendah. Model ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan proses pendidikan  bagi satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiyah yang memiliki peserta didik dengan sosial ekonomi rendah. 

Ruang lingkup kegiatan terdiri dari penyusunan desain, kajian konsep, kajian kebutuhan lapangan, penyusunan kerangka model, penyusunan model, uji coba model, analisis hasil ujicoba, perbaikan model, presentasi model, penyempurnaan model, dan finalisasi model.  Dalam pengembangan model melibatkan Staf Pusat Kurikulum, Narasumber/Ahli, Dinas Pendidikan Kab. Tangerang, Kota Kupang, Kab. Boyolali, Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah, Tokoh Masyarakat, Orang Tua, Peserta Didik, dan Direktorat/Instansi Terkait.

Untuk mencapai hasil yang diharapkan digunakan berbagai strategi antara lain: mengkaji berbagai informasi tentang sosial ekonomi rendah dan menetapkan kriteria-kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasikan perserta didik dalam kelompok ini; melakukan workshop; melakukan kajian kebutuhan lapangan di satu daerah/SMP/MTs; menyusun dan menetapkan kriteria Pedoman Penulisan Model Kurikulum; membentuk tim kerja; dan melakukan seluruh rangkaian kegiatan sesuai perencanaan yang telah disusun. 

Kendala umum yang dihadapi sekolah dalam menerapkan Model Kurikulum Layanan Khusus ini adalah kurangnya kompetensi tenaga pengajar (guru), sehingga perlu mendapat pelatihan terlebih dahulu, kurangnya sarana dan prasarana yang ada, serta keterbatasan dana.  Motivasi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah untuk bersekolah juga rendah, mereka lebih mementingkan melakukan sesuatu yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga selain dukungan dari keluarga terutama orang tua terhadap pendidikan juga sangat rendah.

Model ini dikembangkan berdasarkan hasil kajian lapangan dan belum ada sekolah yang menerapkan model ini.  Agar model ini dapat diterapkan di SMP/MTs yang memiliki peserta didik dengan sosial ekonomi rendah diperlukan campur tangan pemerintah untuk meningkatkan pelatihan guru-guru keterampilan, memberikan diklat bagi kepala sekolah tentang pengembangan kurikulum yang berbasis layanan khusus bagi siswa dengan sosial ekonomi rendah, memberikan bantuan sarana dan prasarana yang mendukung mata pelajaran Muatan Lokal dan Pengembangan Diri bagi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah, dan membuat sekolah rintisan yang dievaluasi untuk kurun waktu tertentu (lima tahun).  Sekolah dapat juga mengadopsi atau mengadaptasi model ini disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan lingkungan sekitar sekolah secara mandiri.


BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Landasan
C. Tujuan
D. Ruang Lingkup
E. Manfaat
BAB II PENGEMBANGAN KONSEP
A. Kerangka Teori
1. Pengertian dan Konsep Kurikulum
2. Komponen Kurikulum
3. Konsep dan Karakteristik Sosial Ekonomi Rendah
B. Model Kurikulum Pendidikan Layanan Khusus SMP/MTs yang Memiliki Peserta Didik                       dengan Sosial Ekonomi Rendah
1. Layanan Khusus bagi Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah
2. Model Kurikulum Pendidikan Layanan Khusus SMP/MTs yang Memiliki Peserta Didik                      dengan Sosial Ekonomi Rendah
BAB III METODOLOGI
A. Waktu dan Tempat
B. Cara Pengumpulan Data
C. Teknik Analisis
D. Hasil dan Pembahasan
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran/Rekomendasi
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan dalam bidang pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan nasional karena perannya yang signifikan dalam mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan: sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa pemerintah wajib mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan umum.  Pendidikan menjadi landasan yang kuat untuk meraih kemajuan bangsa di masa depan dan untuk menghadapi era global yang sarat dengan persaingan antarbangsa.  Untuk itu pemerintah berkewajiban memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh layanan pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan UUD 1945.  

Secara menyeluruh kualitas manusia Indonesia relatif masih sangat rendah. Berdasarkan Human Development Report 1999-2005 yang dikeluarkan BPS, pada tahun 2005 rata-rata HDI (Human Development Index) Indonesia 69,6%, rata-rata angka harapan hidup penduduk Indonesia 68,1%, rata-rata angka melek huruf dan lama sekolah masing-masing 90,9% dan 7,3 tahun, serta  rata-rata pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan sebesar USD.619,9.  Pada tahun 2005, HDI  Daerah Khusus Ibukota (DKI) sebesar  76,1%, merupakan propinsi dengan HDI tertinggi di Indonesia dan Papua dengan HDI sebesar 62,1% merupakan propinsi dengan HDI terendah di Indonesia.

Menurut data Susenas 2006, rata-rata penduduk yang terdaftar di sekolah dengan usia 13 – 15 tahun sebesar 84,08% dan usia 16 – 18 tahun sebesar 53,92%.   Di sini terlihat jelas perbedaan yang cukup signifikan.  Angka penduduk yang berdasarkan umur seharusnya terdaftar di SMP/MTs (13 – 15 tahun) dan yang terdaftar di SMA/MA/SMK/MAK (16 –18 tahun).  Perbedaan ini antara lain disebabkan oleh keinginan untuk langsung bekerja bagi lulusan SMP/MTs.        Di sini ada faktor opportunity cost yang perlu dipertimbangkan mengingat mereka yang telah menamatkan SMP/MTs pada umumnya berusia 15 tahun ke atas sehingga dorongan untuk memasuki lapangan kerja lebih awal cukup tinggi.  Terlebih lagi bagi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan sosial ekonomi rendah.  Agar dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, mereka lebih memilih bekerja dibanding melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah.  Di samping itu, rendahnya dukungan orang tua kepada anaknya untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi masih menjadi kendala. 

Sesuai dengan amandemen UUD 1945 dan Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pemerintah terus mengupayakan peningkatan biaya pendidikan dapat mencapai 20% dari APBN secara bertahap. Begitu juga dengan pemerintah di daerah lewat APBD-nya berupaya untuk mencapai angka 20% untuk bidang pendidikan.  Namun, sampai saat ini baru sedikit daerah yang menganggarkan pendidikan mencapai 20% sehingga pelayanan pendidikan bagi warga negara belum seluruhnya tersentuh secara merata. Apalagi dengan kondisi yang digambarkan di atas, masih terdapat penduduk miskin Indonesia sebanyak 39,05 juta atau 17,75% dari 220 juta jumlah penduduk. Dengan demikian masih banyak peserta didik yang berstatus sosial ekonomi rendah tidak dapat mengenyam pendidikan  secara utuh. 
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, salah satu tugas Pusat Kurikulum adalah mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum.  Salah satu model kurikulum yang dikembangkan yaitu model kurikulum pendidikan layanan khusus bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan akses untuk memperoleh layanan pendidikan yang disebabkan karena kondisi  sosial ekonominya rendah.

B.  Landasan
Dalam merencanakan dan mengembangkan kurikulum diperlukan landasan agar kurikulum memiliki landasan berpijak yang kuat. Beberapa landasan yang diperlukan dalam pengembangan kurikulum adalah:

1. Landasan Filosofis
Menurut asas filosofis bahwa dalam pengembangan kurikulum hendaknya berdasar pada filsafat/falsafah bangsa yang dianut. Filsafat/falsafat tersebut termasuk falsafah pendididikan yang membimbing kearah tujuan pendidikan.  Menurut  Nasution (1989),  ada empat macam aliran utama dalam filsafat  yaitu idealisme, realisme, pragmatisme, dan eksistensialisme.  Menurut aliran idealisme, tujuan hidup ini adalah mencari kebenaran metafisik spiritual melalui inquiri yang cermat dengan cara mempelajari berbagai macam buku dari penulis-penulis ulung yang telah menemukan kebenarannya. Menurut aliran realisme, tujuan hidup adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan pemahaman manusia tentang jagad raya melalui penelitian ilmiah karena kebenaran hanya ditemukan melalui percobaan-percobaan untuk menemukan hukum-hukum alam.  Aliran pragmatisme mengatakan bahwa tujuan hidup adalah untuk mencari kebenaran sosial yang menguntungkan bagi umat manusia dengan lingkungannya dengan menerapkan prinsip falsafah sosial yang humanistik melalui trial and error.  Kebenaran dipandang sesuatu yang memperbaiki hidup umat manusia, kebenarannya menaruh perhatian terhadap masalah-masalah sosial yang kritis yang mengancam kesejahteraan manusia.  Sedangkan menurut aliran eksistensialisme, tujuan hidup adalah untuk menyempurnakan diri sesuai norma yang dipilih sendiri secara bebas untuk dapat merealisasikan diri. Menurut aliran pragmatisme, tujuan hidup adalah untuk mencari kebenaran sosial yang menguntungkan bagi umat manusia dengan lingkungannya dengan menerapkan prinsip falsafah sosial yang humanistik melalui trial and error. 

Kebenaran dipandang sebagai sesuatu yang memperbaiki hidup manusia.  Oleh karena itu, perlu diperhatikan terhadap masalah-masalah sosial ekonomi kritis yang mengancam kesejahteraan manusia.  Kondisi sosial ekonomi yang rendah termasuk kemiskinan (ekonomi rendah) terus menjadi masalah fenomenal sepanjang sejarah Indonesia sebagai nation state yang telah membuat jutaan anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas karena mereka  dituntut untuk membantu orang tua mereka mencari nafkah.  Kemiskinan juga menyebabkan masyarakat rela mengorbankan apa saja demi keselamatan hidup/safety life (James, C. Scott, 1981).  Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dirancang dan dikembangkan model kurikulum yang mampu  memperbaiki kualitas hidup manusia dengan kondisi sosial ekonomi rendah.

2. Landasan Psikologis
Landasan psikologis merupakan hal yang tidak dapat diabaikan karena proses belajar banyak menyentuh disiplin psikologi. Hal tersebut dapat dilihat  bahwa karakteristik psikofisik seseorang sebagai individu nampak dalam berbagai bentuk prilaku dalam interaksinya dengan lingkungan.  Pentingnya landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum dinyatakan oleh Hilgard (1964), bahwa kaum psikolog banyak mengetahui tentang proses belajar dan para pendidik mengetahui problema sekolah. Menurut Kelly (1980), jika mereka dapat berkumpul bersama-sama untuk berbicara satu sama lain maka problema yang dihadapi akan dapat dipecahkan.   Jean Piaget,  seorang psikolog Swiss telah mempelajari pengembangan kognitif anak. Pengembangan kognitif dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap motor sensori (0–2 tahun), pra-operasional (2–7 tahun), operasi konkret (7-11 tahun) dan operasi formal ( 11-15 tahun).  Piaget, menyatakan bahwa pada usia 11 – 15 tahun (tahap operasi formal/formal operation) dimana pada usia ini anak duduk di bangku sekolah  SMP/MTs, dalam tahap ini pikiran anak mencapai tingkat yang tertinggi dalam pengembangannya. Anak mampu menggunakan pemikiran logika tinggi tentang konsep abstraks dan hipotesis maupun yang konkret. Pada tahap ini anak sudah dapat mengemukakan buah pikirannya membentuk ide-ide dan berfikir tentang masa depan yang realistis. Konsep dari Peaget secara luas dapat diterapkan dalam desain pendidikan. Oleh karena itu kurikulum dirancang sesuai dengan kebutuhan anak. Dengan mengetahui tahap berfikir anak akan dapat dirancang pengalaman-pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap berfikir tersebut.

Pada model kurikulum ini dikembangkan kemampuan-kemampuan peserta didik yang mengarah kepada keterampilan vokasional tanpa mengesampingkan keterampilan akademik.  Pengembangan kurikulum ini juga harus memperhatikan kebutuhan peserta didik dari sosial ekonomi  rendah yang biasanya mempunyai masalah dalam berinteraksi dengan lingkungannnya.

3. Landasan Sosial Budaya
Di samping kedua landasan di atas, dalam pengembangan kurikulum diperlukan landasan sosial budaya yang mantap. Landasan sosial budaya yang perlu diperhatikan dalam pengembangan model kurikulum pendidikan layanan khusus SMP/MTs bagi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah antara lain:
  1. Masyarakat sebagai struktur yang membentuk interaksi sosial.
  2. Interaksi sosial akan membentuk berbagai bentuk perilaku.
  3. Bentuk perilaku sangat ditentukan oleh sistem nilai  yang dimiliki masyarakat.
  4. Sistem nilai masyarakat memiliki keunikan pada setiap masyarakat, tergantung pada lingkungan baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial budaya, misalnya masyarakat pantai memiliki karakteristik nilai yang berbeda dengan masyarakat petani.
  5. Sistem nilai juga sangat ditentukan oleh status sosial ekonomi masyarakat.
  6. Ada perbedaan sistem nilai pada masyarakat yang berstatus sosial ekonomi tinggi dan berstatus sosial ekonomi rendah.
  7. Pada kelompok masyarakat yang berstatus sosial ekonomi rendah memiliki tingkat pendidikan, pendapatan, dan daya beli yang rendah sehingga pendidikan dirasa  mahal secara ekonomi.
4. Landasan Yuridis
Landasan pengembangan kurikulum yang keempat adalah landasan yuridis.  Beberapa landasan yuridis dalam pengembangan kurikulum anatar lain:
  1. Undang-Undang Dasar 1945 dalam pasal 31 ayat (1) yang berbunyi: “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”
  2. Undang-Undang Dasar 1945 dalam pasal 31 ayat (2) yang berbunyi: “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya” 
  3. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 5 ayat (1) yang berbunyi: “Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”.  
  4. Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 32 ayat (2) yang berbunyi: ”Pendidikan layanan khusus ialah pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari segi ekonomi” 
  5. Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 49 yang berbunyi: ”Negara, pemerintah, keluarga, dan orang tua wajib memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk memperoleh pendidikan”
  6. Undang-Undang No.25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas)
  7. Undang-Undang No.32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah
  8. Deklarasi Hak-Hak Anak tahun 1959 yang menyatakan: ”Anak harus mendapat perlindungan khusus baik berdasarkan hukum maupun perangkat lain, yang memungkinkan perkembangan fisik, mental, moral, spiritual, dan sosial berlangsung dengan sehat dan normal”.
C. Tujuan
Pengembangan model kurikulum ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan proses pendidikan  bagi satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiyah yang memiliki peserta didik dengan sosial ekonomi rendah. 

D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penggunaan model ini adalah sekolah.  Secara garis besar karakteristik sekolah berdasarkan kondisi sosial ekonomi peserta didik terbagi menjadi:
  1. Sekolah yang memiliki sebagian kecil/sedikit peserta didik dengan kondisi sosial ekonomi rendah. Sekolah dikatakan memiliki sedikit peserta didik dengan kondisi sosial ekonomi rendah jika jumlah peserta didik dengan kondisi sosial ekonomi rendah yang ada di sekolah tersebut kurang dari 50% dari jumlah peserta didik. Sekolah seperti ini dapat menerapkan layanan khusus kepada peserta didik dengan sosial ekonomi rendah melalui pengembangan diri. 
  2. Sekolah yang memiliki sebagian besar/banyak peserta didik dengan sosial ekonomi rendah. Sekolah dikatakan memiliki banyak peserta didik dengan kondisi sosial ekonomi rendah jika jumlah peserta didik dengan kondisi sosial ekonomi rendah yang ada di sekolah tersebut sebesar 50% atau lebih dari jumlah peserta didik. Sekolah seperti ini dapat menerapkan layanan khusus kepada peserta didik dengan sosial ekonomi rendah melalui pengembangkan muatan lokal yang mengarah ke keterampilan vokasional.
Berdasarkan karakteristik sekolah di atas, sekolah diharapkan dapat memberikan pelayanan yang tepat bagi peserta didik dengan kondisi sosial ekonomi rendah yang tertuang dalam dokumen kurikulum sekolah (KTSP).  Materi yang diberikan kepada peserta didik dengan kondisi sosial ekonomi rendah berupa keterampilan vokasional, dengan pengorganisasian materi yang berbeda. Karakteristik sekolah dengan sebagian kecil peserta didik dengan kondisi sosial ekonomi rendah, materi dikemas dalam Pengembangan Diri (pilihan bagi sebagian besar peserta didik lainnya), sedangkan sekolah dengan sebagian besar peserta didik dengan kondisi  sosial ekonomi rendah, materi dikemas dalam Muatan Lokal (mata pelajaran wajib bagi seluruh peserta didik).

Model kurikulum ini mengarahkan sekolah untuk memiliki unit usaha yang diharapkan dapat mendatangkan penghasilan bagi peserta didik dengan kondisi sosial ekonomi rendah.  Unit usaha yang dimiliki sekolah merupakan suatu tempat yang dapat menampung hasil karya peserta didik. Unit usaha tersebut  dapat berupa koperasi sekolah atau semacam display room.

E. Manfaat
Model ini dikembangkan untuk menjawab kesulitan yang dialami peserta didik dengan status  sosial ekonomi rendah yang terkait dengan pendidikan dan bentuk layanan yang dapat diberikan sekolah (terutama layanan dalam bentuk nonmateri).
Model ini diharapkan dapat berguna bagi:
  1. Pengambil keputusan di bidang pendidikan baik di pusat maupun daerah (Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Propinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota)
  2. Orang Tua Penerapan model ini diharapkan dapat membantu orang tua dengan sosial ekonomi rendah dalam menyekolahkan anaknya sehingga anaknya bisa mengenyam pendidikan seperti peserta didik lainnya.
  3. Masyarakat Model kurikulum ini diharapkan dapat memberikan wawasan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberi bantuan terhadap program pendidikan, khususnya kepada peserta didik dengan sosial ekonomi rendah.

BAB II
PENGEMBANGAN KONSEP MODEL KURIKULUM PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS SMP/MTs YANG MEMILIKI PESERTA DIDIK DENGAN SOSIAL EKONOMI RENDAH

A. Kerangka Teori
1. Pengertian dan Konsep Kurikulum
Menurut  Dakir (2004), pada dasarnya kurikulum berisikan tujuan, metode, media evaluasi, bahan ajar dan pengalaman belajar.  Kurikulum terdiri atas berbagai komponen yang saling terkait dan merupakan satu sistem.  Hal ini berarti bahwa setiap komponen yang saling terkait tersebut hanya mempunyai satu tujuan, yaitu tujuan pendidikan yang juga menjadi tujuan kurikulum.  Kurikulum merupakan suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan, dan dirancangkan secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.
Menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
  
2. Komponen Kurikulum
Kurikulum memiliki beberapa komponen. Komponen kurikulum sering juga disebut dengan elemen, yang merupakan bagian dari kurikulum secara keseluruhan.  Kurikulum  merupakan suatu sistem, maka komponen atau elemen kurikulum merupakan bagian yang fungsional dan  tak terpisahkan dari sistem itu.  Suatu sistem adalah suatu kesatuan dari berbagai komponen yang saling berkaitan, saling berhubungan dan saling ketergantungan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.  Kurikulum memiliki komponen yang lengkap, fungsional, dan merupakan suatu sistem yang baik.
Untuk menjawab pertanyaan komponen apa yang diperlukan dalam pengembangan kurikulum, Ralph Tyler mencoba mengenali empat pertanyaan yang mendasar yang harus dijawab dalam mengembangkan suatu kurikulum dan perencanaan pengajaran, yaitu:
a. Tujuan-tujuan pendidikan apakah yang harus dicapai oleh sekolah?
b. Pengalaman-pengalaman pendidikan apakah yang harus disediakan untuk  mencapai tujuan                 tersebut?
c. Metode belajar-mengajar apa yang digunakan?
d. Evaluasi hasil belajar  apa yang digunakan?

Keempat komponen tersebut saling berhubungan secara erat satu sama lainnya. Perubahan terhadap satu komponen dapat mempengaruhi komponen yang lainnya.  Hubungan yang erat itu dapat digambarkan dalam diagram berikut:
Tujuan
Keempat komponen kurikulum tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Tujuan 
Tujuan dibagi menjadi dua, yakni tujuan umum (aims) dan tujuan khusus (objective).  Tujuan umum seringkali disebut dengan tujuan pendidikan nasional, yang berupa pernyataan pendidikan yang bersifat filosofis yang luas.  Tujuan umum juga merupakan pernyataan tentang hasil kehidupan yang diharapkan, yang didasarkan pada ideologi dan nilai yang ingin diperjuangkannya.  Sering pula tujuan umum dinyatakan secara resmi oleh negara dalam bentuk Undang-Undang.
b. Konten/materi
Konten/materi merupakan komponen kurikulum yang amat penting. Dalam suatu proses pembelajaran, guru mengajarkan sesuatu hal kepada peserta didik.  Sesuatu yang disampaikan itu adalah konten atau materi pelajaran.  Dalam menentukan konten harus memperhatikan:
1) Konsep tentang konten atau materi kurikulum
2) Kriteria dalam menyeleksi konten/materi kurikulum
3) Pendekatan dalam menyeleksi isi materi kurikulum

c. Metode 
Metode merupakan strategi belajar-mengajar.  Penting untuk diingat bahwa suatu metode tertentu dapat menjadi efektif untuk pengetahuan/materi tertentu, tetapi kurang cocok untuk materi  yang lain. Beberapa peserta didik dapat belajar lebih mudah dengan satu metode tertentu, sedangkan peserta didik lain dapat berhasil dengan metode lainnya.  Proses pembelajaran pada satuan pendidikan sebaiknya diselenggarakan dengan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.  Di bawah ini beberapa contoh dari metode yang banyak digunakan sekarang:
1)  Expository Teaching
Expository Teaching merupakan suatu pendekatan di mana guru menyajikan informasi kepada peserta didik.  Sumber informasi yang banyak digunakan adalah buku teks dan bahan-bahan rujukan lain yang relevan seperti: bahan-bahan audiovisual dan pengalaman pribadi guru. Biasanya guru menyajikan informasi, sedangkan peserta didik diharapkan memroses informasi tersebut dengan cara yang sama seperti yang disajikan guru.  Metode yang digunakan dalam pendekatan ini antara lain ceramah dan diskusi.  

2)  Inquiry Learning
Inquiry Learning merupakan suatu pendekatan di mana guru bertindak.  Guru menciptakan dan mengatur kondisi-kondisi yang dapat memberikan rangsangan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan tentang topik yang sedang dibahas. Metode ini dirancang untuk melatih peserta didik melakukan proses meneliti.

Menurut pendekatan ini, menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis CTL.  Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta didik diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri. Guru diharapkan selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan, apapun materi yang diajarkannya.
Langkah-langkah  Pembelajaran Inquiry:
  • Melakukan Observasi (Observation)
  • Mengajukan Pertanyaan (Questioning)
  • Mengajukan dugaan (Hiphotesis)
  • Mengumpulkan data (Data gathering)
  • Menyimpulkan (Conclussion)
3)  Problem Based Learning
Problem Based Learning adalah pembelajaran yang bersumber pada masalah-masalah yang dihadapi langsung oleh peserta didik, misalnya: masalah kemiskinan, kebanjiran, pengangguran dan lain sebagainya.  Dalam pendekatan ini  masalah-masalah yang terjadi di lingkungan peserta didik dapat dibahas di sekolah.  Guru dapat berdiskusi dan bertanya kepada peserta didik mengenai faktor-faktor penyebab permasalahan tersebut dan bagaimana cara memecahkan masalah tersebut. Dengan model seperti ini diharapkan peserta didik dapat memecahkan masalahnya sendiri.

4) Collaborative Learning (CL)
Banyak definisi yang diberikan para ahli terhadap colaborative learning, tetapi pada umumnya Collaborative Learning (CL) ini didefinisikan oleh Roschelle & Belvend (1995) sebagai ”a mutual engagement of participants in a coordinated effort to solve (a) problem together” (kondisi yang menguntungkan antara masing-masing peserta didik dalam mengkoordinasikan usaha untuk memecahkan masalah secara bersama).  Mereka lebih jauh mengatakan ”collaborative learning is based on the idea that learning is a naturally social act in which the participants talk among themselves.  It is through the talk that learning occurs” (Collaborative Learning adalah ide pembelajaran yang didasarkan pada interaksi sosial secara alamiah antarpeserta didik yang dapat berlangsung selama proses pembelajaran berlangsung). Saling ketergantungan (positive interdependence), akuntabilitas individu, keterampilan interpersonal, interaksi tatap muka, dan group process merupakan lima elemen dasar yang menggerakkan Collaborative Learning (CL).  Diskusi merupakan salah satu contoh bentuk Collaborative Learning (CL).

5)  Cooperative Learning
Cooperative Learning merupakan model pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan cara membagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok.  Pembagian kelompok bisa berdasarkan masalah atau tema atau berdasarkan keterampilan yang harus dikembangkan berkaitan dengan bakat dan minat peserta didik.  Tema atau masalah yang dibahas dalam kelompok bisa merupakan tema atau masalah yang sama atau berbeda.

d. Penilaian/Evaluasi
Dua pakar penilaian Cronbach dan Stufflebeam dalam Dadang Sundawa (2003), menganggap penilaian sebagai suatu proses untuk memberikan informasi bagi pengambilan keputusan. Tyler, menganggap penilaian sebagai proses untuk menentukan seberapa jauh tujuan pendidikan itu telah dapat dilaksanakan.  Suatu komite gabungan tentang standar penilaian, mendifinisikan penilaian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis mengenai nilai atau faedah suatu objek. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan (PP 19/2005 SNP).

3. Konsep dan Karakteristik Sosial Ekonomi Rendah
Konsep tentang sosial ekonomi rendah sangat beragam, mulai dari sekedar ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan, kurangnya kesempatan berusaha, hingga pengertian yang lebih luas dengan memasukkan aspek sosial dan moral.  Ada pendapat yang menyatakan sosial ekonomi rendah terkait dengan sikap, budaya hidup, dan lingkungan dalam suatu masyarakat.  Pendapat lain menyatakan bahwa ekonomi merupakan ketidakberdayaan sekelompok masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh suatu pemerintahan sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah dan tereksploitasi (kemiskinan struktural).

BAPPENAS (2004) mendefinisikan status  sosial ekonomi rendah (kemiskinan) sebagai kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.  Hak-hak dasar manusia antara lain terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan, dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik, baik bagi perempuan maupun laki-laki.  Menurut BAPPENAS (2004),  terbatasnya akses dan rendahnya mutu layanan pendidikan disebabkan oleh kesenjangan biaya pendidikan, fasilitas pendidikan yang terbatas, biaya pendidikan yang mahal, kesempatan memperoleh pendidikan yang terbatas, tingginya beban biaya pendidikan baik biaya langsung maupun biaya tidak langsung.

Berdasarkan data Susenas 2006, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret 2006 sebanyak 39,05 juta atau 17,75% dari total 222 juta penduduk Indonesia.  Penduduk miskin bertambah empat juta orang dibanding yang tercatat Februari 2005, tanpa program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak jumlahnya mencapai 50,8 juta.  Menurut  Susenas Maret 2006, garis kemiskinan dihitung sebesar Rp.152.847 per kapita per bulan.  Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan garis kemiskinan  per Februari 2005 yang jumlahnya sebesar Rp.129.108 per kapita per bulan. Hal tersebut menyebabkan jutaan anak tidak dapat mengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan tidak adanya investasi, kurangnya akses ke pelayanan publik, kurangnya lapangan kerja, kurangnya jaminan sosial dan perlindungan terhadap keluarga, menguatnya arus urbanisasi ke kota, dan yang lebih parah menyebabkan jutaan penduduk tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti: pangan, sandang, dan papan secara terbatas.

Berdasarkan deskripsi mengenai sosial ekonomi rendah di atas, maka indikator/ukuran peserta didik dengan sosial ekonomi rendah yang dimaksud dalam model ini adalah:
a. Pekerjaan orang tua buruh kasar
b. Pendidikan orang tua  rendah
c. Penghasilan orang tua di bawah UMR
d. Tidak mampu/terlambat membayar iuran komite
e. Jumlah tanggungan keluarga tinggi

Karakteristik sosial ekonomi rendah tersebut berakibat kepada peserta didik secara psikologis antara lain:
a. Motivasi untuk belajar/sekolah rendah, karena tidak ada dukungan orang tua.
b. Mudah tersinggung sebagai kompensasi tidak/kurang dihargai di lingkungan setempat.
c. Harga diri rendah dan kurang percaya diri (jika mereka bersekolah di lingkungan yang sebagian         besar peserta didik nya mampu).
d. Konsentrasi terhadap pelajaran berkurang dan komitmen untuk menyelesaikan tugas-tugas tidak         ada.
e. Tidak/kurang optimis menyongsong masa depan (kurang mempunyai cita-cita atau harapan).

B. Model Kurikulum Pendidikan Layanan Khusus SMP/MTs yang Memiliki Peserta Didik dengan           Sosial Ekonomi Rendah
1. Layanan Khusus bagi Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah
       Bentuk layanan khusus yang selama ini diberikan bagi peserta didik dengan sosial ekonomi                 rendah antara lain:
a. Bantuan/layanan yang diberikan oleh pemerintah:
1) Penyediaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh Pemerintah
2) Pemberiaan beasiswa bagi peserta didik yang berprestasi
3) Penetapan Keputusan Mendiknas bahwa masa pakai buku pelajaran selama lima tahun
4) Penyelenggaraan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C
5) Penyelenggaraan pendidikan SMP Terbuka
6) Pengembangan program bantuan, seperti retrieval untuk peserta didik SMP yang drop out untuk         kembali bersekolah dan beasiswa transisi yang diperuntukan bagi peserta didik yang besar                   kemungkinan akan drop out karena tidak mampu secara ekonomi
7) Penyelenggaraan SD-SMP Satu Atap yang dikembangkan di daerah terpencil, terisolir, termiskin,        terpinggirkan, dan terasing dari kehidupan perkotaan

b. Bantuan/layanan yang diberikan oleh masyarakat:
1) Pengadaan program orang tua asuh
2) Pemberian beasiswa dari lembaga-lembaga di masyarakat (perusahaan, LSM, Bazis, dll)
3) Pendirian sekolah oleh swadaya masyarakat dengan biaya gratis dan murah

c. Bantuan/layanan yang diberikan oleh sekolah:
1) Memotivasi orang tua untuk tetap menyekolahkan anaknya
2) Memberikan bimbingan/konseling terhadap anak dengan sosial   ekonomi rendah jika                         mengalami kesulitan/hambatan di sekolah
3) Memberikan bantuan yang terkait dengan pembelajaran
4) Memberikan keringanan biaya pendidikan atau gratis
5) Mensubsidi (subsidi silang) biaya dari peserta didik yang mampu 

Beberapa bentuk layanan di atas ada yang kurang efektif, diantaranya masih banyak sekolah yang setiap tahun ganti buku meskipun masa pakai buku seharusnya lima tahun yang memberatkan orang tua peserta didik, dan pemberian beasiswa sebagian besar masih ditujukan bagi peserta didik yang berprestasi.

Bantuan yang diberikan baik oleh pemerintah, masyarakat maupun sekolah di atas lebih banyak berupa materi, sedangkan pelayanan yang berkaitan dengan proses pembelajaran masih relatif kurang.  Selain itu, layanan khusus yang dilakukan sekolah masih bersifat sementara dan belum tertuang dalam dokumen kurikulum sekolah (KTSP).  Karenanya, perlu dikembangkan model kurikulum pendidikan layanan khusus bagi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah di SMP/MTs yang dapat dijadikan acuan oleh sekolah dalam menyusun KTSP agar dapat mengakomodasi kebutuhan peserta didik dengan sosial ekonomi rendah.
Bentuk layanan yang dapat diberikan bagi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah sangat tergantung pada karakteristik peserta didik tersebut.  Bentuk layanan yang dapat diberikan antara lain:

a. Mengefektifkan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran tematik (agar peserta didik             dapat lebih banyak waktu untuk melakukan kegiatan lain, seperti pengembangan diri, belajar               dari lingkungan atau alam)
b. Mengoptimalkan potensi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah yang memiliki kelebihan          dibidang tertentu, baik akademik atau non-akademik diberikan perhatian khusus, seperti                       pemberian beasiswa atau fasilitas khusus
c. Mengembangkan sikap, minat, dan prilaku wirausaha melalui proses pembelajaran
d. Dalam melaksakan pembelajaran guru berusaha menggunakan media pembelajaran yang murah         dan mudah didapatkan peserta didik
e. Mengembangkan pendidikan kecakapan hidup yang mengarah pada kecakapan vokasional.
f. Mendirikan unit usaha/produksi yang sesuai dengan kemampuan sekolah dan potensi daerah                setempat
g. Memberikan pelayanan individual oleh guru bagi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah            (konsultasi, pemberian tugas tersendiri)

2. Model Kurikulum Pendidikan Layanan Khusus SMP/MTs yang Memiliki Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah
a. Komponen  Kurikulum 
1) Tujuan

a) Tujuan Umum 
Pendidikan sebagai implementasi dari kurikulum bagi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik maupun kemampuan nonakademik peserta didik. Kemampuan akademik adalah kemampuan meningkatkan prestasi belajar peserta didik, sedangkan kemampuan nonakademik meliputi:  
  • Meningkatkan jiwa dan perilaku wirausaha peserta didik (percara diri, berani menanggung risiko, orientasi ke depan, mandiri, suka tantangan, ulet, kreatif dan  inovatif
  • Meningkatkan taraf hidup peserta didik
b) Tujuan Khusus
Secara lebih rinci pengembangan kurikulum ini diharapkan dapat:
Meningkatkan prestasi belajar peserta didik
Mengefektifkan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran tematik
Mengoptimalkan potensi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah
Mengembangkan sikap, minat, dan prilaku wirausaha
Mengembangan pendidikan kecakapan hidup yang mengarah pada kecakapan vokasional.  Kecakapan vokasional mencakup kecakapan dalam bidang pekerjaan, mengelola pekerjaan, mengembangkan profesionalitas dan produktivitas kerja serta kode etik bersaing dalam melakukan pekerjaan
  • Memberikan kesempatan bagi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah untuk memperoleh pelayanan individual (konsultasi, pemberian tugas tersendiri)
  • Meningkatkan pendapatan sekolah
  • Membantu memperoleh  pendapatan peserta didik dengan sosial ekonomi rendah
  • Proses pemerolehan pendapatan bagi sekolah dan peserta didik dengan sosial ekonomi rendah dengan model kurikulum ini dapat dilihat dalam bagan alir berikut:
2) Konten
Materi bahan ajar dikembangkan dengan bersumber dari  kehidupan sehari-hari yang dihadapi dan dirasakan langsung oleh peserta didik. Bahan ajar lebih ditekankan pada kegiatan-kegiatan baik yang menyangkut pengembangan kognitif maupun keterampilan yang memberi manfaat langsung kepada peserta didik. Bahan ajar dikembangkan berdasarkan potensi daerah dan karakteristik peserta didik.

3)  Metode Pembelajaran
Berbagai metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam model kurikulum ini antara lain adalah:
a) Pembelajaran Lebih Bersifat Problematik
Model pembelajaran ini bersumber dari masalah-masalah yang dihadapi langsung oleh peserta didik, misalnya masalah kemiskinan. Masalah kemiskinan ini dapat dibahas di sekolah.  Guru dapat berdiskusi dan bertanya kepada peserta didik mengenai faktor-faktor penyebab kemiskinan dan bagaimana cara memecahkan masalah kemiskinan tersebut. Dengan model seperti ini diharapkan peserta didik dapat memecahkan masalahnya sendiri.

b) Pembelajaran Kelompok
Dalam model pembelajaran ini, guru membagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok. Pembagian kelompok bisa berdasarkan masalah, tema atau berdasarkan keterampilan yang harus dikembangkan berkaitan dengan bakat dan minat peserta didik. Tema atau masalah yang dibahas dalam kelompok bisa  masalah atau tema yang sama atau masalah yang berbeda. Misalnya, dengan tema yang sama tentang kemiskinan, masing-masing  kelompok bisa mendiskusikan dan memecahkan kemiskinan dari berbagai aspek. Kemiskinan bisa dilihat dari aspek ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Sedangkan masalah atau tema yang berbeda, misalnya tiap-tiap kelompok ada yang membahas ”Hidup yang Malas”, ”Bekerja yang Rajin”, ”Bekerja Keras”, ”Mencari Nafkah”, ”Hidup mandiri”, Hidup dari bantuan orang lain”, dan masalah-masalah lainnya. Pengelompokan keterampilan bisa didasarkan pada minat dan bakat yang dimiliki oleh peserta didik, misalnya ada kelompok peserta didik yang mempraktikkan pertanian, elektronik, kerajinan, dan lain-lain. Keterampilan yang dikembangkan dan dijadikan bahan pembelajaran di kelas hendaknya didasarkan pada minat, bakat, dan potensi daerah tempat peserta didik berada.  Misalnya apabila peserta didik tinggal di daerah pertanian, maka kembangkan keterampilan menanam dan bagaimana hasil tanaman tersebut bisa menguntungkan secara ekonomi bagi peserta didik. Dalam pengelompokan yang berdasarkan keterampilan, sekolah harus memiliki media untuk praktik keterampilan.

c) Pembelajaran Tugas
Dalam model pembelajaran ini, guru memberikan tugas kepada peserta didik baik tugas yang bersifat individual maupun kelompok. Tugas-tugas yang diberikan dapat berupa materi pelajaran yang lebih menekankan pada aspek kognitif atau keterampilan (vokasional). Baik tugas yang bersifat kognitif maupun keterampilan vokasional harus lebih menekankan pada hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi langsung oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Tugas yang bersifat koginitif misalnya guru menyuruh kepada peserta didik untuk membuat suatu karangan hasil pengamatan mengenai kehidupan sosial ekonomi keluarga atau lingkungan masyarakat sekitarnya. Karangan yang berasal dari hasil pengamatan tersebut kemudian dapat didiskusikan di kelas bersama guru dan peserta didik lainnya. Dengan cara seperti ini diharapkan peserta didik memiliki pemikiran bagaimana cara memecahkan masalah sosial ekonomi yang dihadapinya. Tugas keterampilan vokasional dapat berupa keterampilan baik berdasarkan minat, bakat peserta didik maupun keunggulan lokal yang dimiliki oleh daerahnya, misalnya di sekolah diajarkan keterampilan menjahit, kemudian guru dapat memberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan pelajaran menjahit. 

d) Pembelajaran Tematik 
Tema yang dikembangkan dalam pembelajaran di kelas harus bertitik tolak dari masalah sosial ekonomi yang dihadapi langsung oleh peserta didik. Tema sebagai konsep dapat diambil dari materi pelajaran yang berkenaan dengan kehidupan sosial ekonomi.  Berbagai konsep dapat dikembangkan dari mata pelajaran tertentu.  Misalnya, dari pelajaran IPS dapat dikembangkan mengenai kehidupan masyarakat di perkotaan dan pedesaan.  Dalam kehidupan masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan terdapat interaksi sosial baik interaksi antarindividu maupun kelompok. Interaksi tersebut akan membentuk kelompok dan stratifikasi sosial. Salah satu kelompok sosial yang ada pada masyarakat adalah kelompok sosial ekonomi rendah atau masyarakat miskin. Berbagai tema yang bisa dikembangkan dalam masyarakat miskin, misalnya etos kerja, kerja keras, budaya malas, pemukiman kumuh, dan lain-lain. Tema-tema tersebut dapat diangkat dan dijadikan bahan diskusi pelajaran di kelas. Dalam pengorganisasian kurikulumnya, materi tersebut  diintegrasikan dengan mata pelajaran, misalnya mata pelajaran IPS, jadi bukan mata pelajaran yang berdiri sendiri.

e)  Pembelajaran yang Diintegrasikan dengan Kewirausahaan
Model pembelajaran seperti ini pada dasarnya menggabungkan kemampuan kognitif peserta didik dengan keterampilan menerapkan. Keterampilan menerapkan dalam model ini lebih ditekankan pada jiwa kewirausahaan. Materi kewirausahaan dapat  diambil dari mata pelajaran ekonomi, misalnya materi tentang jual beli atau pasar.  Secara kognitif, di kelas mempelajari tentang teori-teori jual beli dan pasar. Teori-teori tersebut kemudian diterapkan dalam bentuk kegiatan, misalnya di sekolah dibentuk koperasi sekolah, kantin sekolah, unit-unit usaha, dan lain-lain. Dalam kegiatan unit-unit usaha tersebut, peserta didik dilibatkan. Dua hal yang harus ditanamkan guru kepada peserta didik dalam model pembelajaran tersebut adalah jiwa kewirausahaan dan keterampilan praktik.  Dengan jiwa kewirausahaan berarti ada pendidikan nilai.  Sementara dengan keterampilan praktik, peserta didik memiliki bekal untuk menerapkan atau mendirikan unit-unit usaha atau me-manage kegiatan jual beli setelah peserta didik keluar dari sekolah. 

Ciri-ciri wirausaha yang akan diintegrasikan dalam kurikulum diambil dari  Meredith dalam Suprojo Pusposutardjo (1999), memberikan ciri-ciri seseorang yang memiliki jiwa wirausaha (entrepeneur) sebagai orang yang (1) percaya diri, (2) berorientasi tugas dan hasil, (3) berani mengambil risiko, (4) berjiwa kepemimpinan, (5) berorientasi ke depan, dan (6) keorisinilan.  Tata kelakuan ciri-ciri wirausaha adalah sebagi berikut:

Pengintegrasian bentuk tata kelakuan ciri-ciri wirausaha dalam kurikulum bisa dilakukan melalui proses pembelajaran. Misalnya pada saat guru membelajarkan materi produksi dan distribusi, guru bisa mengintegrasikan  ciri jiwa wirausaha (kreativitas, inovatif, berani menanggung risiko, ). Caranya guru memberi tugas kepada peserta didik, misalnya dengan bahan baku bambu (bahan ini bisa diperoleh di sekitar lingkungan) untuk membuat barang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Setelah barang jadi peserta didik diminta untuk menghitung berapa biaya produksi yang dikeluarkan, kemudian peserta didik diminta mengobservasi harga barang yang sesuai dengan barang buatan mereka (barang yang mereka buat).  Setelah itu peserta didik diminta untuk menentukan harga jual produk tersebut. Selanjutnya pada saat membelajarkan materi distribusi peserta didik diminta belajar menjual barang tersebut secara berkelompok. Model evaluasinya mengunakan model penilaian proyek dengan cara: 1) membuat perencanaan ( jenis barang yang akan dibuat, kebutuhan bahan dan dana, waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan), 2) menyusun  laporan pelaksanaan yang meliputi:  proses pembuatan produk, strategi  penjualan dan perhitungan rugi/laba.

4) Media Pembelajaran

Media pembelajaran yang digunakan adalah media pembelajaran yang banyak terdapat di lingkungan sekitar peserta didik. Media yang digunakan tergantung pada tema yang dikembangkan dalam pembelajaran dan karakteristik lokal di mana peserta didik tinggal. Misalnya apabila materi yang akan dikembangkan berkaitan dengan pertanian, maka alat-alat dan bahan-bahan yang berkaitan dengan pertanian digunakan menjadi media dalam pembelajaran. Begitu pula apabila di daerah tempat tinggal peserta didik terdapat kelompok masyarakat perajin peralatan rumah tangga, maka alat-alat atau bahan kerajinan tersebut dijadikan sebagi media pembelajaran.

5) Penilaian/Evaluasi
Sistem penilaian yang digunakan dalam model kurikulum ini dapat berupa penilaian proses dan hasil. Penilaian satu kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil belajar, baik berupa domain kognitif, afektif, maupun psikomotor. Ada tujuh teknik yang dapat digunakan dalam penilaian, yaitu:

a) Penilaian Unjuk Kerja

Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati  kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik  melakukan tugas tertentu, seperti: praktik di laboratorium, praktik sholat, praktik OR, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan lain-lain.  Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik, dapat  dilakukan dengan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam, seperti: diskusi dalam kelompok kecil, berpidato, bercerita, dan melakukan wawancara.

b) Penilaian Sikap

Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga  sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan.  Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi.  Penilaian sikap dapat dilakukan dengan membuat Catatan Harian Peserta Didik.

c) Penilaian Tertulis
Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes yang soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya.

d) Penilaian Proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.  Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapan laporan tertulis.

e)  Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk.  Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik untuk membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang yang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.

f)  Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik, hasil tes (bukan nilai), atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran.

g) Penilaian Diri
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status,  proses, dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor.

Penilaian hasil dapat pula digunakan hanya sebatas untuk mengukur kemampuan kognitif saja, misalnya mengukur kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan pengetahuan-pengetahuan yang dituntut dalam bidang keterampilan vokasional yang diinginkan. Misalnya dalam keterampilan budi daya tanaman, peserta didik secara kognitif dituntut untuk mengenal atau mengetahui jenis dan sifat-sifat tanaman. Untuk menilai pengetahuan tersebut dapat digunakan bentuk-bentuk tes tertulis yang sudah lazim banyak digunakan di sekolah.  

b. Bentuk Model Kurikulum Layanan Khusus SMP/MTs yang Memiliki Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah

Usaha mengembangkan manusia berkualitas yang siap menghadapi berbagai tantangan hidup dimulai sedini mungkin melalui pendidikan. Kegiatan pendidikan diberikan antara lain melalui sejumlah mata pelajaran yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan bervariasi bagi peserta didik. Tidak semua lulusan SMP/MTs melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Sebagian di antara mereka harus memasuki dunia kerja terutama bagi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah. Oleh sebab itu, perlu pengintegrasian life skill (kecakapan hidup) dalam setiap mata pelajaran. Kecakapan hidup yang dimaksud di sini antara lain  kecakapan hidup/keterampilan personal, sosial, vokasional, dan akademik. Dalam pengintegrasian kecakapan hidup dalam pembelajaran perlu ada penekanan jenis kecakapan hidup yang dipilih dengan  mempertimbangkan minat dan bakat peserta didik, potensi lokal, lingkungan budaya, kondisi ekonomi, dan kebutuhan daerah.      
 
Model kurikulum layanan khusus untuk peserta didik SMP/MTs dengan sosial ekonomi rendah dikembangkan dengan berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi disusun dengan pertimbangan agar setiap lulusan sudah dapat diukur seberapa jauh peserta didik memiliki pengetahuan, penguasaan, dan kompetensi minimal terhadap suatu bidang ilmu, pengetahuan, dan keterampilan.  Kurikulum berbasis kompetensi merupakan suatu format yang menetapkan bahwa apa yang diharapkan dapat dicapai peserta didik dalam setiap tingkatan. Setiap kompetensi menggambarkan langkah kemajuan peserta didik menuju kompetensi pada tingkat yang lebih tinggi. Kompetensi adalah suatu pernyataan tentang apa yang sepantasnya dapat dilakukan peserta didik secara terus menerus dalam suatu kajian atau mata pelajaran pada suatu tingkat tertentu. Dengan demikian, kurikulum berbasis kompetensi merupakan pergeseran penekanan dari isi (apa yang tertuang) ke kompetensi (bagaimana harus berfikir, belajar, dan melakukan) dalam kurikulum. 

Oleh karena itu, peserta didik dan guru diharapkan harus dapat mengetahui apa yang harus dicapai dan sejauhmana efektifitas belajar telah dicapai. Kurikulum berbasis isi,  menetapkan apa yang harus diajarkan, sementara kurikulum berbasis kompetensi menyatakan berperilaku seperti apa. Kurikulum berbasis kompetensi mempunyai dua keuntungan yaitu: menekankan pada belajar esensial dan bersifat lentur. Kompetensi yang ditetapkan dinyatakan secara umum, minimal, dan memadai untuk memberikan peluang/kesempatan dalam mengakomodasikan perbedaan-perbedaan kebutuhan, prioritas, fasilitas dan kemampuan peserta didik. Format ini juga dapat digunakan untuk membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik secara nasional.

Model kurikulum ini pengembangannya juga mengacu pada model kurikulum Rekonstruksi Sosial, yaitu kurikulum yang lebih memusatkan perhatian pada problema-problema yang dihadapi dalam masyarakat. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional yang menyatakan bahwa pendidikan bukan upaya sendiri, melainkan kegiatan bersama, interaksi, dan kerjasama. Kerjasama atau interaksi bukan hanya terjadi antarpeserta didik dengan guru, tetapi juga antarpeserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan orang-orang di lingkungannya, dan dengan sumber belajar lainnya. Melalui interaksi dan kerjasama, peserta didik berusaha memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik.  Berikut ini model pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan.

Bagan Kurikulum Pendidikan Layanan Khusus SMP/MTs yang memiliki Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah

c.   Pengorganisasian Kurikulum.
      Dalam pengorganisasian kurikulum, sekolah dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1) Sekolah yang Sebagian Kecil Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah 
Dalam rangka membantu peserta didik dengan sosial ekonomi rendah,     model kurikulum layanan khusus dapat dilaksanakan melalui:

a) Program Pengembangan Diri
Program pengembangan diri dilakukan dengan cara melatih kecakapan hidup vokasional kepada peserta didik. Kecakapan hidup vokasional memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam berbagai pengalaman apresiasi dan berkreasi untuk menghasilkan suatu karya yang kelak bermanfaat langsung bagi kehidupan peserta didik.  Seluruh aktivitas pembelajaran memberikan bekal kepada peserta didik agar adaptif, kreatif, dan inovatif melalui pengalaman belajar yang menekankan pada aktivitas fisik dan aktivitas mental. Peserta didik melakukan interaksi dengan produk kerajinan dan teknologi yang ada di lingkungannya sehingga mampu menciptakan dan menghasilkan berbagai jenis produk kerajinan atau produk teknologi.
Orientasi pembelajaran kecakapan hidup vokasional ini adalah memfasilitasi pengalaman emosi, intelektual, fisik, persepsi, sosial, estetika, artistik, dan kreativitas peserta didik dengan melakukan aktivitas apresiasi dan kreasi terhadap berbagai produk. Kegiatan ini dimulai dari mengidentifikasi potensi di sekitar peserta didik untuk diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan masyarakat. Pembelajaran dirancang secara sistematis melalui tahapan meniru, memodifikasi, dan mengubah fungsi produk yang ada menuju produk baru yang lebih bermanfaat. Jiwa inovator dan keuletan dapat ditanamkan pada diri peserta didik yang mengikuti program ini. 
Alur pikir pelaksanaan program pengembangan diri pada sekolah yang menggunakan model kurikulum layanan khusus bagi  peserta didik dengan sosial ekonomi rendah dapat dilihat pada bagan berikut:

  • Mengefektifkan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran tematik (agar peserta didik dapat lebih banyak waktu untuk melakukan kegiatan lain, seperti pengembangan diri, belajar dari lingkungan atau alam)
  • Mengembangkan sikap, minat, dan prilaku wirausaha melalui proses pembelajaran
  • Mengoptimalkan potensi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah yang memiliki kelebihan dibidang tertentu, baik akademik maupun nonakademik dengan diberikan perhatian khusus, seperti pemberian beasiswa atau fasilitas khusus
  • Memberikan pelayanan individual oleh guru/sekolah bagi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah dalam pemanfaatan teknologi sederhana yang meliputi teknologi rekayasa, teknologi budidaya, dan teknologi pengolahan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. 
Gambar. Bagan Alur Pelaksanaan Program Pengembangan Diri

2) Sekolah yang Sebagian Besar Peserta Didik Kondisi Sosial Ekonominya Rendah
Dalam rangka membantu peserta didik dengan sosial ekonomi rendah, model kurikulum layanan khusus dapat dilaksanakan melalui:
a) Muatan Lokal
Muatan lokal yang diterapkan pada sekolah harus mengedepankan  potensi unggul daerah.  Muatan lokal tidak  terbatas  pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan, namun juga dapat  berupa  bahasa asing  terutama untuk sekolah yang berada di dekat objek  wisata.  Mata pelajaran muatan lokal yang dikembangkan diharapkan akan menghasilkan   produk  atau jasa yang akan menambah income bagi peserta didik  bersosial ekonomi rendah.  Berikut ini alur pembelajaran muatan lokal yang dapat digunakan:
Gambar. Bagan Alur Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal

b) Mengefektifkan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran tematik (agar peserta didik dapat lebih banyak waktu untuk melakukan kegiatan lain, seperti pengembangan diri, belajar dari lingkungan atau alam)
c) Mengembangkan sikap, minat, dan prilaku wirausaha melalui proses pembelajaran
d) Mengusahakan penggunaan media pembelajaran oleh guru yang mudah didapatkan peserta didik
e) Mengoptimalkan potensi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah yang memiliki kelebihan dibidang tertentu baik akademik maupun nonakademik dengan diberikan perhatian khusus, seperti pemberian beasiswa atau pemberian fasilitas khusus.

d.  Struktur Kurikulum Pendidikan Layanan Khusus
Struktur kurikulum SMP/MTs sesuai dengan struktur kurikulum yang dikembangkan BSNP:
Struktur kurikulum di atas dapat dimodifikasi sekolah dengan memperhatikan:

1)  Mata pelajaran
Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum dalam Standar Isi (SI).

2) Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri.  Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan dan tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Apabila muatan lokal merupakan mata pelajaran, maka satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester.  Ini berarti bahwa dalam satu tahun satuan pendidikan dapat diselenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal.

Untuk muatan lokal bisa diberikan tambahan jam pelajaran jika dirasa perlu.  Muatan lokal yang dikembangkan sebaiknya mengarah pada kemampuan vokasional yang hasil akhirnya mampu menghasilkan pendapatan terutama bagi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah.

3)  Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik yang disesuaikan dengan kondisi sekolah.  Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan dan dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.  Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi, kehidupan sosial dan ekonomi, belajar, pengembangan karier peserta didik, serta kegiatan kepramukaan, kepemimpinan, atau kelompok ilmiah remaja. 

Pengembangan diri untuk satuan pendidikan yang menerapkan layanan khusus dengan status sosial ekonomi peserta didik yang rendah menekankan pada peningkatan kecakapan hidup, peningkatan jiwa, dan perilaku wirausaha peserta didik. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran. 

4) Pengaturan Beban Belajar 
a) Beban belajar dilakukan dengan sistem paket.
b) Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan  alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.  Jika perlu dilakukan, penambahan jam belajar dalam model kurikulum ini diarahkan pada muatan lokal untuk mengembangan keterampilan vokasional.
c) Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SMP/MTs 0% - 50%, dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. 
d) Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka. 

5) Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.  Untuk mata pelajaran muatan lokal kriteria ketuntasan minimal harus di atas 75% karena menyangkut kesalamatan kerja dan mutu produk.

6) Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Satuan Pendidikan menentukan kriteria kenaikan kelas bagi Satuan Pendidikan yang menggunakan sistem paket melalui rapat dewan pendidik.
Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:
a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;
c) lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
d) lulus Ujian Nasional.  

7)  Pendidikan Kecakapan Hidup 
a) Kurikulum untuk SMP/MTs dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional.
b) Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. 
c) Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan/atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal.

8)  Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
a) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam  aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.
b) Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
c) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal. 
d) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.

Contoh struktur kurikulum SMP/MTs setelah dimodifikasi:
e.  Kalender Pendidikan
Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik, dan masyarakat dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana yang dimuat dalam Standar Isi. 

f.  Indikator Ketercapaian
Indikator ketercapaian penerapan kurikulum layanan khusus bagi peserta didik dengan kondiri sosisal ekonomi rendah:
1) Meningkatnya prestasi belajar peserta didik dengan sosial ekonomi rendah
2) Tumbuhnya jiwa dan perilaku wirausaha
3) Berkembangnya unit usaha
4) Meningkatnya pendapatan peserta didik dengan satus sosial ekonomi rendah
5) Berkurangnya peserta didik putus sekolah


BAB III
METODOLOGI

A. Waktu dan Tempat
Langkah-langkah pengembangan Model Pendidikan Layanan Khusus SMP/MTs yang Memiliki Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah yang dilakukan:
1. Penyusunan Desain, dilakukan di Pusat Kurikulum, Jakarta pada Minggu I Maret 2007 dengan melibatkan koordinator kegiatan di Pusat Kurikulum.

2. Kajian Konsep, dilakukan di Hotel Mars, Cisarua pada Minggu III Maret 2007 dengan melibatkan Tim Pusat Kurikulm, Narasumber/Ahli, Direktorat Pembinaan SMP Mandikdasmen, Guru, dan Penyelenggara Homeschoolling.

3. Kajian Kebutuhan Lapangan, dilakukan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang pada Minggu III Juli 2007 sampai dengan Minggu II Agustus 2007 dengan melibatkan Tim Pusat Kurikulum, Narasumber/Ahli, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Kepala SMP, Guru SMP, Komite SMP, Tokoh Masyarakat, Orang Tua, dan Peserta Didik.

4. Penyusunan Kerangka Model, dilakukan di Pusat Kurikulum, Jakarta pada Minggu III September 2007 dengan melibatkan Tim Pusat Kurikulum, Narasumber/Ahli, Direktorat Pembinaan SMP Mandikdasmen, Kepala SMP, Guru SMP.

5. Penyusunan Model, dilakukan di Hotel Griya Astoeti, Cisarua pada Minggu IV September 2007 dengan melibatkan Tim Pusat Kurikulum, Narasumber/Ahli, Guru SMP.

6. Uji Coba, dilakukan di Kota Kupang, NTT dan Kabupaten Boyolali, Jateng pada Minggu V Oktober 2007 sampai dengan Minggu I November 2007 dengan melibatkan Tim Pusat Kurikulum, Narasumber/Ahli, Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali, Kepala SMP, dan Guru SMP.

7. Analisis Hasil Uji Coba, dilakukan di Hotel Cipayung Asri, Cisarua pada Minggu II November 2007 dengan melibatkan Tim Pusat Kurikulum, Narasumber/Ahli, dan Guru SMP.

8. Perbaikan Model, dilakukan di Hotel Griya Astoeti, Cisarua pada Minggu III November 2007 dengan melibatkan Tim Pusat Kurikulum, Narasumber/Ahli, dan Guru SMP.

9. Presentasi Model, dilakukan di Hotel Griya Astoeti, Cisarua pada Minggu IV November 2007 dengan melibatkan Tim Pusat Kurikulum, Narasumber/Ahli, Direktorat/Instansi Terkait dan Guru SMP.

10. Penyempurnaan Model, dilakukan di Pusat Kurikulum, Jakarta pada Minggu I Desember 2007 dengan melibatkan Tim Pusat Kurikulum dan Guru SMP.

11. Finalisasi Model, dilakukan di Hotel Griya Astoeti, Cisarua pada Minggu II Desember 2007 yang dilakukan oleh Tim Pusat Kurikulum.

B. Cara Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam pengembangan Model Kurikulum Pendididkan Layanan Khsusus SMP/MTs yang Memiliki Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah diperoleh dari data primer maupun skunder.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan pengisian kuestioner.  Observasi dilakukan sesuai dengan instrumen observasi yang telah disusun.
Kegiatan studi dan pengembangan ini tidak terluput dari keperluan akan penyediaan instrumen pengumpulan data. Data yang diperlukan bagi kegiatan ini adalah data tentang kebutuhan lapangan untuk penyusunan Model Kurikulum untuk Peserta Didik Sosial Ekonomi Rendah di Tingkat Sekolah Menengah Pertama dan data tentang uji coba keterbacaan dan keterlaksanaan Model Kurikulum untuk Peserta Didik Sosial Ekonomi Rendah di Tingkat Sekolah Menengah Pertama. Oleh karena itu, pada kegiatan ini harus disiapkan dua jenis instrumen yang berbeda peruntukannya. 

Instrumen yang harus disiapkan untuk kedua jenis data adalah Instrumen Observasi tentang kondisi lapangan, Pedoman wawancara Guru, daftar cek dan pedoman Observasi. Sebelum instrumen dapat dihasilkan, langkah yang dilakukan adalah menyusun kisi-kisi instrumen terlebih dahulu. Selanjutnya berdasarkan kisi-kisi, disusun sejumlah instrumen sesuai dengan jenis pengumpulan data yang akan dilakukan. 

C. Teknik Analisis
Data yang diperoleh harus dianalisis agar informasi yang diperlukan dapat digali dari pengumpulan datanya. Analisis dilakukan secara diskrptif kualitatif. Dalam analisis kualitatif deskriptif, perhitungan secara kuantitatif (seperti persentasi) masih dimungkinkan. Data berupa bilangan digunakan untuk menghitung persentasi untuk menetapkan kecenderungan jawaban responden. Data berupa hasil pengamatan dikategorisasikan sebelum ditafsirkan lebih lanjut. Data berupa hasil wawancara juga dikategori-sasikan sebelum akhirnya diotafsirkan dan disusun kesimpulannya.

D. Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan uji coba yang dilakukan di Kota Kupan, NTT dan Kabupaten Boyolali, Jateng diperoleh hasil sebagai berikut: 


BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan

Masih tingginya masyarakat miskin di Indonesia yang mencapai 17,75% dari total penduduk berdasarkan hasil Susenas 2006 menyebabkan mereka kurang mendapatkan akses untuk mendapatkan pelayanan publik, seperti: pelayanan pendidikan, kesehatan, pelayanan hukum, dan jenis pelayanan sosial lainnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut sudah banyak layanan/bantuan yang dilakukan baik oleh pemerintah, sekolah, masyarakat, maupun orang tua.  Namun, layanan/bantuan yang diberikan lebih banyak berupa bantuan finansial (materi).  Pelayanan yang berkaitan dengan proses pembelajaran masih sangat kurang.  Selain itu, layanan yang diberikan sekolah umumnya bersifat insidental dan belum tertuang dalam dokumen kurikulum sekolah.  Hal tersebut menyebabkan layanan tersebut belum mempunyai layanan yang signifikan untuk membantu peserta didik dengan sosial ekonomi rendah dalam mengikuti proses pembelajaran.  Oleh karena itu, perlu dikembangkan kurikulum pendidikanlayanankhusus SMP/MTs yang memiliki  peserta didik dengan sosial ekonomi rendah.

Hasil pengembangan model kurikulum ini diharapakan dapat membantu peserta didik dengan kondisi sosial ekonomi rendah dalam hal memperoleh layanan khusus yang bekenaan dengan kegiatan persekolahan maupun kegiatan yang bersifat menunjang kegiatan persekolahan. Dengan adanya layanan khusus bagi peserta didik dengan sosial ekonomi rendah diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik, peningkatan keterampilan, dan peningkatan jiwa dan perilaku wirausaha sehingga hasil akhirnya diharapkan mampu meningkatan taraf hidup perserta didik. 

B. Saran/Rekomendasi
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan Model Kurikulum Pendidikan Layanan Khusus SMP/MTs yang memiliki Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah:
- Dibutuhkan tenaga-tenaga yang siap pakai/siap kerja.
- Perlu ada pembedaan model ketrampilan yang diberikan pada peserta didik sosial ekonomi rendah dengan yang umum.
- Penambahan waktu belajar
- Syarat nilai untuk lulus diturunkan, UN bukan merupakan syarat kelulusan, dan diberikan tenaga yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
- Dalam kurikulum dimasukkan materi sejarah/riwayat orang-orang berhasil (sukses) berwirausaha.
- Boleh menambah waktu
- Program ini dapat dilaksanakan disetiap sekolah, akan tetapi tidak semua diperlakukan sama, sehingga ada keterampilan pilihan yang lain.
- Pemberian pelatihan kepada guru.
- Pembiayaan pendidikan terus diupayakan di tingkatkan secara signifikan dan penuntasan wajar pendidikan dasar 9 tahun.
- Perlu disediakan dari pemerintah untuk teknisi/guru pembimbing pada life skill tertentu.
- Dibutuhkan persiapan yang mantap karena harus diawali dengan pendataan siswa secara akurat serta penentuan bentuk layanan khusus apa yang tepat untuk dilakukan sesuai dengan kondisi sekolah/lingkungan.  
- Perlu menambah/membuka sekolah kerajinan agar pelajaran keterampilan lebih terfokus,
- Meningkatkan pelatihan guru-guru keterampilan,
- Penambahan jumlah jam pada mata pelajaran Muatan Lokal dan Pengembangan Diri, 
- Diklat bagi kepala sekolah tentang pengembangan kurikulum yang berbasis layanan khusus bagi siswa dengan social ekonomi rendah,
- Layanan khusus sebaiknya dijadikan mata pelajaran tersendiri (khusus keterampilan),
- Dibutuhkan bantuan dana.
- Model ini diperuntukkan di daerah-daerah yang memiliki kharakteristik khusus (pertanian, nelayan, industri) dan lebih tepat untuk sekolah-sekolah khusus (sekolah keterampilan),
- Pemerintah ikut memikirkan/menyiapkan tempat untuk menyalurkan hasil karya siswa,
- Perlu sosialisasi model kurikulum ini ke sekolah-sekolah.
- Lingkungan dipakai sebagai sumber belajar (keunggulan/potensi lingkungan),
- Fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung perlu ditingkatkan, 
- Meningkatkan minat dan bakat siswa melalui berbagai kompetisi/lomba,

LAMPIRAN

Contoh KTSP SMP ”X” Kota Baru yang telah mengakomodasi Model Kurikulum Pendidikan Layanan Khusus SMP/MTs yang Memiliki Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah


DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Jakarta.

Gautama, Chandra. 2001. Konvensi Hak Anak Panduan bagi Jurnalis. Jakarta: Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP)

Hamalik, Oemar. 2006. Manajemen Pengembangan Kurikulum 2006.  Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sundawa, Dadang, dkk. 2003. Kurikulum dan Buku Teks Pendidikan Ekonomi. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Sri Hartati R. Soeradiyono. Penerapan Colaborative Learning & Problem Based Learning di Tingkat Pendidikan Dasar dan Menengah. Rapat Kerja & Temu Ilmiah Nasional Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (APSI) 23 – 25 Maret 2006. Jakarta.

Sundawa, Dadang, dkk. 2003. Kurikulum dan Buku Teks Pendidikan Ekonomi. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

www.bps.go.id. Data Susenas 2006.

Secara keseluruhan data Contoh Lengkap Kurikulum Sekolah Layanan Khusus SMP/MTs dapat didownload tautan di bawah ini:


Demikian yang dapat saya bagikan tentang Contoh Lengkap Kurikulum Sekolah Layanan Khusus SMP/MTs semoga bermanfaat

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget